Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Bantah Tuduhan Mulai Konflik di Ukraina, Pejabat Kremlin: Respons Paksa terhadap Kekejaman

Rusia dengan tegas menolak tuduhan agresi tanpa alasan (konflik) terhadap Ukraina. Ini kata pejabat Rusia.

Editor: Lailatun Niqmah
AFP
Pasukan militer Rusia saat berada di Mariupol, Ukraina. Rusia dengan tegas menolak tuduhan agresi tanpa alasan (konflik) terhadap Ukraina. Ini kata pejabat Rusia. 

TRIBUNWOW.COM - Konflik antara Rusia dan Ukraina hingga kini terus berlangsung dan belum ada sinyal untuk melakukan perdamaian.

Terbaru, Pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri Rusia buka suara soal penyebab konflik Moskow dengan Ukraina.

Pejabat itu mengatakan Moskow dengan tegas menolak tuduhan agresi tanpa alasan (konflik) terhadap Ukraina, Selasa (2/8/2022).

Baca juga: Sekelompok Tentara Rusia Laporkan Atasannya setelah Disekap akibat Menolak Perang ke Ukraina

"Kami pasti menolak semua tuduhan terhadap kami tentang agresi tak beralasan terhadap Ukraina yang telah digemakan," kata Wakil Direktur Fepartemen non-proliferasi dan Pengendalian Senjata Kementerian Igor Vishnevetsky pada Konferensi Peninjauan untuk Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir seperti dikutip TASS.

Menurut pejabat itu, rezim Kyiv saat ini naik ke tampuk kekuasaan dalam sebuah kudeta dan menimbulkan penganiayaan, kemudian perjuangan bersenjata melawan penduduk Donbass yang berbahasa Rusia.

"Selama delapan tahun nasionalis Ukraina membunuh warga sipil di wilayah ini hampir tanpa hukuman dan mempersiapkan masuknya militer besar ke republik-republik yang hampir terpisah dari Ukraina," katanya.

"Setelah menandatangani perjanjian Minsk yang merupakan satu-satunya cara untuk membawa perdamaian ke tanah ini, otoritas Kiev bahkan tidak akan menerapkannya," kata diplomat itu.

Invasi ke Ukraina Merupakan Respon 'Paksa'

Dia menambahkan bahwa "tindakan Rusia menjadi respons paksa terhadap kekejaman di sana."

Moskow juga menolak sindiran tentang ancaman dengan senjata nuklir dan tindakan untuk merusak keamanan nuklir fisik di Ukraina, katanya.

"Kami akan memberikan tanggapan terperinci kami atas sindiran tentang dugaan ancaman dengan senjata nuklir dan tindakan untuk merusak keamanan nuklir dan fisik nuklir di Ukraina nanti," kata Vishnevetsky.

Baca juga: Terlibat Langsung dalam Perang, AS Kirim Mata-mata Bantu Ukraina Koordinir Serangan Misil ke Rusia

Sanksi terhadap Pacar Putin

Dikutip The Guardian, AS telah menjatuhkan sanksi kepada kekasih yang mengaku sebagai kekasih Presiden Rusia Vladimir Putin.

Alina Kabaeva (39) mendapatkan pembaruan terbaru pada daftar warga negara yang ditunjuk khusus oleh Kantor Pengawasan Aset Asing – membekukan asetnya di AS dan secara umum melarang orang Amerika berurusan dengannya.

langkah ini diberlakukan lebih dari tiga bulan setelah Gedung Putih menyebut sosok Kabaeva, mantan pesenam ritmik terkenal takkan luput dari sanksi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaVladimir PutinUkrainaVolodymyr Zelensky
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved