Konflik Rusia Vs Ukraina
Ukraina Dituduh Jadi Dalang Pembantaian Warga Sipil, Zelensky Sebut Rusia Pengecut dan Penakut
Presiden Ukraina Zelensky menanggapi bantahan pemerintah Rusia terkait kasus pembantaian warga sipil yang terjadi di Bucha.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Membantah terlibat dalam tragedi pembantaian warga sipil di Kota Bucha, pemerintah Rusia menuding kasus yang terjadi di sana justru didalangi oleh pemerintah Ukraina sendiri.
Membalas bantahan Rusia, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut Rusia pengecut dan penakut.
Pernyataan ini disampaikan oleh Zelensky dalam pidato hariannya pada Minggu (10/4/2022) malam.

Baca juga: Akui Ingin Rusia Lemah dan Makin Terisolasi, AS Siap Beri Senjata Apapun yang Diminta Ukraina
Baca juga: Rajin Unggah Foto Glorifikasikan Presiden Rusia, Aktivitas Grup Fans Putin di FB Disorot Media Barat
Dikutip TribunWow.com dari bbc.com, awalnya ia memperingatkan kepada warganya agar bersiap untuk menghadapi serangan Rusia yang lebih besar di bagian timur Ukraina.
Zelensky memperingatkan ada kemungkinan pasukan Rusia akan menggunakan lebih banyak misil dan bombardir lewat udara.
Selanjutnya Zelensky menanggapi bantahan Rusia soal pembantaian warga sipil di Bucha.
"Mereka mengatakan pembunuhan di Bucha bukanlah dilakukan mereka tetapi kita," ujar Zelensky.
Zelensky menyebut Rusia mengeluarkan pernyataan seperti itu karena mereka pengecut.
"Mereka takut untuk mengakui bahwa seluruh kebijakan Rusia terhadap Ukraina telah salah selama beberapa dekade," kata dia.
Zelensky menjelaskan, karena Rusia tidak ingin mengakui kesalahannya, maka ia membuat kesalahan baru untuk menutupi kesalahan lama.
Sementara itu Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) Jake Sullivan menyampaikan pemerintah AS siap menyediakan apapun senjata yang diminta oleh Ukraina.
AS mengaku akan terus menyuplai senjata ke Ukraina untuk membantu dalam konflik melawan Rusia.
Sullivan mengatakan, pemerintah AS saat ini mengirim senjata ke Ukraina setiap hari.
Dikutip TribunWow.com dari rt.com, Sullivan sendiri mengaku telah berkomunikasi dengan petinggi pejabat militer Ukraina untuk mendiskusikan senjata apa yang dibutuhkan oleh Kiev/Kyiv.
Sullivan berdalih, senjata yang akan diberikan AS ke Ukraina nantinya akan memperkuat Ukraina di medan perang serta memperkuat posisi Ukraina ketika melakukan negosiasi dengan Rusia.