Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Media di China Gambarkan AS sebagai Penjahat dalam Konflik Ukraina dan Rusia, Mengapa?

Media China kebanyakan memproyeksikan Amerika Serikat sebagai sosok penjahat dalam perseteruan Rusia dan Ukraina.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
AFP/Alexei Druzhinin/Sputnik
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden Tiongkok Xi Jinping berpose selama pertemuan mereka di Beijing, pada 4 Februari 2022. Terbaru, media di China salahkan AS dalam konflik Rusia Vs Ukraina, Rabu (6/5/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Meskipun China mengaku netral dalam konflik antara Rusia dan Ukraina, namun media massa di negara tersebut menunjukkan fakta berbeda.

Media China kebanyakan memproyeksikan Amerika Serikat sebagai sosok penjahat dalam perseteruan dua negara tersebut.

Bahkan, banyak di antaranya mengulang-ulang cerita propaganda Rusia mengenai laboratorium senjata biologis, konspirasi perang dan lain-lain.

Pada Selasa (8/3/2022) Presiden China Xi Jinping mengadakan pertemuan secara daring bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Olaf Scholz. Ketiga pemimpin negara itu bertemu dan membahas soal konflik antara Rusia dan Ukraina.
Pada Selasa (8/3/2022) Presiden China Xi Jinping mengadakan pertemuan secara daring bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Olaf Scholz. Ketiga pemimpin negara itu bertemu dan membahas soal konflik antara Rusia dan Ukraina. (youtube kompastv)

Baca juga: Peran Unik China Dalam Upaya Damai Rusia dan Ukraina, Pilih Lakukan Hal Ini Alih-Alih Kirim Senjata

Baca juga: Ini yang Dilakukan AS jika China Benar-benar Ikut Campur dalam Perang Rusia Lawan Ukraina

Dilansir TribunWow.com dari Aljazeera, Rabu (6/4/2022) kantor berita negara Xinhua menirukan Presiden Rusia Vladimir Putin yang menyebut perang Ukraina sebagai operasi militer khusus dan krisis.

Sementara, baru-baru ini, media China menggandakan teori konspirasi Rusia yang mengklaim AS mendanai pengembangan senjata biologis di Ukraina.

Termasuk kisah tentang burung migran yang dapat menyebarkan virus unggas di Rusia.

Bagaimana perang tersebut dibingkai di media adalah cerminan dari posisi pemerintah China.

China tidak mengutuk invasi Rusia yang memiliki ikatan ekonomi kuat dengan Beijing.

Alih-alih, China berbicara tentang masalah keamanan yang yang perlu didiskusikan oleh semua pihak.

Sementara dunia internasional geger karena penemuan warga sipil dibunuh oleh pasukan Rusia di Bucha, media pemerintah China tak banyak meliput.

Adapun sejak dimulainya invasi lebih dari sebulan yang lalu, China tetap menggambarkan bahwa Amerika Serikat adalah penjahatnya.

David Bandurski, co-direktur Proyek Media China mencatat bahwa ada sejarah panjang kerja sama antara outlet pemerintah China dan lembaga Rusia seperti Sputnik dan Russia Today.

“Kita harus memahami informasi sebagai bagian dari itu (kerjasama-red),” kata David Bandurski.

Wu Min Hsuan, seorang ahli disinformasi pemerintah China sekaligus pendiri Doublethink Lab yang berbasis di Taiwan, membenarkan klaim tersebut.

"Mereka menggunakan krisis ini sebagai kesempatan sempurna untuk memperkuat narasi lama mereka di China, menyerang AS dan NATO," kata Hsuan.

Halaman
1234
Tags:
Amerika SerikatRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr ZelenskyChinaBucha
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved