Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Ancam Akhiri Perundingan Damai Buntut Peledakan di Belgorod, Ini Jawaban Ukraina

Konflik antara Rusia dan Ukraina makin memanas setelah ledakan dilaporkan terjadi di wilayah Belgorod.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Atri Wahyu Mukti
Twitter/@nexta_tv
Video depot minyak di Belgorod, Rusia yang disebut diserang oleh pasukan Ukraina, Jumat (1/4/2022). Ukraina jawab ancaman Rusia yang ingin akhiri perundingan damai. 

TRIBUNWOW.COM - Konflik antara Rusia dan Ukraina makin memanas setelah ledakan dilaporkan terjadi di wilayah Belgorod.

Akibat ledakan yang dituding diakibatkan Ukraina, Kremlin kini mengancam akan mengakhiri perundingan damai.

Namun, pihak Ukraina justru memberikan jawaban mengejutkan mengenai serangan tersebut.

Ledakan terjadi di kamp militer dan gudang senjata wilayah Belgorod, Rusia, diduga akibat serangan rudal Ukraina, Selasa (29/3/2022).
Ledakan terjadi di kamp militer dan gudang senjata wilayah Belgorod, Rusia, diduga akibat serangan rudal Ukraina, Selasa (29/3/2022). (Capture Video Daily Mail)

Baca juga: Pesawat Nuklir AS Terbang di Langit Rusia, Beri Peringatan Putin yang sempat Ancam Swedia

Baca juga: Tak Hanya Sita 14 Ton Bantuan Kemanusiaan, Rusia Juga Cegat Bus Pengungsi Ukraina

Dilansir TribunWow.com dari Daily Mail, Jumat (1/4/2022), dua helikopter diberitakan terbang 25 mil melewati perbatasan Rusia dan menembakkan roket ke gudang minyak Belgorod.

Insiden itu menyebabkan ledakan dan kobaran api yang begitu besar pagi ini.

Gubernur regional Vyacheslav Gladkov mengatakan helikopter terbang di ketinggian rendah ke Belgorod di mana mereka menembakkan roket S-8 ke depot Roseneft.

Beberapa bangunan di dekatnya juga dilaporkan terkena serangan.

Ada kekhawatiran bahwa insiden itu adalah operasi bendera palsu (false flag) Rusia untuk membenarkan eskalasi konflik.

Atau juga sebagai alasan menghentikan pembicaraan damai dengan melakukan serangan di dalam wilayahnya sendiri.

Namun Ukraina kini menolak untuk menyangkal serangan udara pertama yang menargetkan tanah Rusia sejak Perang Dunia II itu.

Juru bicara kementerian Ukraina Oleksandr Motuzyanyk mengatakan pihaknya tengah melakukan operasi bertahan.

Karenanya, Ukraina tak membenarkan atau menyangkal tudingan penyerangan tersebut.

Hanya saja, ia menakankan bahwa Ukraina tak selalu bertanggung jawab atas serangan yang terjadi di Rusia.

"Ukraina saat ini sedang melakukan operasi defensif terhadap agresi Rusia di wilayah Ukraina, dan ini tidak berarti bahwa Ukraina bertanggung jawab atas setiap bencana di wilayah Rusia. Saya tidak akan mengkonfirmasi atau menyangkal tuduhan ini," kata Motuzyanyk.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Dmytro Kuleba memperlihatkan sikap serupa.

Halaman
1234
Tags:
RusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr Zelensky
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved