Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Ungkit Pengkhianatan di Tahun 2014, Rusia Sebut Negara-negara Barat Sudah Tak Bisa Dipercaya

Pemerintah Rusia menegaskan diplomasi antara pihaknya dan Ukraina tidak akan menggunakan negara-negara barat sebagai perantara.

Kementerian Luar Negeri Rusia
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba, mengadakan diskusi di Antalya, Turki, 10 Maret 2022. 

TRIBUNWOW.COM - Pemerintah Rusia telah menegaskan akan melakukan negosiasi damai bersama Ukraina di Istanbul, Turki pada Selasa (29/3/2022) ini.

Terkait konflik yang saat ini terjadi, pemerintah Rusia menyatakan mendukung penyelesaian lewat jalur diplomasi.

Namun Rusia turut menegaskan pihaknya hanya mau melakukan negosiasi dengan Turki sebagai pihak penengah.

Baca juga: Roman Abramovich Diracuni demi Hambat Perdamaian Rusia-Ukraina? Intelijen AS Ungkap Keraguan

Baca juga: Dinilai Picu Radiasi Nuklir di Chernobyl, Pasukan Rusia Nekat Masuki Zona Terlarang

Dikutip TribunWow.com dari rt.com, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan negara-negara barat sudah tidak bisa lagi dipercaya.

"Kami siap untuk memberikan kesempatan bagi jalur diplomasi. Maka dari itu kita setuju untuk berbicara yang mana dilakukan di Istanbul," ujar Lavrov.

Pemerintah Turki sendiri adalah negara yang memiliki hubungan baik dengan Rusia dan Ukraina.

Lavrov mengatakan, tidak perlu melibatkan Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS) dalam perundingan damai.

Menurut Lavrov banyak kesepakatan diplomasi yang akhirnya hancur karena ulah negara-negara barat.

"Mereka tidak dapat dipercaya lagi," ujar Lavrov.

Lavrov lalu mengungkit kejadian tahun 2014 silam.

Ia menyoroti bagaimana saat itu Uni Eropa berperan sebagai penjamin atas kesepakatan antara mantan Presiden Ukraina Viktor Yanukovych dan demonstran Maidan di Kiev.

Lavrov menjelaskan, pada akhirnya Uni Eropa mengkhianati kesepakatan perjanjian tersebut.

Yanukovych diketahui berakhir disingkirkan dari kekuasaannya seusai terjadi bentrokan antara kubu Yanukovych dan demonstran.

Aksi ini berlanjut pada pemerintah Ukraina mengirim pasukan militer ke wilayah Donetsk dan Lugansk yang mana masyarakat di sana tidak sependapat dengan para demonstran.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved