Konflik Rusia Vs Ukraina
Pakai Senjata hingga Taktik Kuno, Relawan Inggris Siap Bela Ukraina Hadapi Pasukan Rusia
Sejumlah tentara relawan dari Inggris mengandalkan senjata api kuno untuk menghadapi gempuran pasukan Rusia.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Sekira 400 sukarelawan dari Inggris saat ini telah bergabung bersama pasukan Ukraina untuk menghadapi serangan tentara Rusia.
Dari ratusan relawan asal Inggris, sebagian besar merupakan mantan tentara namun tidak semuanya memiliki pengalaman berperang.
Di wilayah paling ujung Kyiv/Kiev, para relawan asal Inggris bekerja sama dengan penduduk lokal untuk menghalau pasukan Rusia.
Baca juga: Tak Rela McD Tutup, Pria di Rusia Ngamuk lalu Rantai Dirinya di Pintu Restoran
Baca juga: Bakal Ikut Perang di Ukraina? China Jawab Isu Rusia Minta Bantuan Militer
Dikutip TribunWow.com dari Thesun.co.uk, mereka menggunakan senjata hingga taktik kuno untuk melawan pasukan Rusia.
Bersama dengan penduduk lokal, para relawan asal Inggris menggali parit seperti yang digunakan pada perang dunia pertama.
Perang dunia pertama diketahui terjadi pada 1914-1918 atau sekira 100 tahun sebelum tahun 2022.
Mantan komandan marinir Inggris, Emile Ghesson mengaku teringat akan perang dunia pertama ketika melihat para relawan dan warga Ukraina menggali parit untuk menghadapi Rusia.
Namun Ghesson menyatakan bahwa pembuatan parit memang berguna untuk memperkuat pertahanan.
"Semuanya siap untuk berperang. Mereka bersiap dan menunggu para pasukan Rusia untuk datang," jelas Ghesson.
Parit yang digali oleh para relawan dan penduduk Ukraina itu dibuat di bagian luar Kyiv.
Selain menggali parit, seorang warga Ukraina menggunakan senjata kuno jenis DP-28 Degtyaryov untuk menghadapi pasukan Rusia.
Senjata ini diketahui dibuat pada 1943 silam.
"Saya sudah memasuki usia hampir 57 tahun dan sempat berperang di Donbas pada tahun 2014," ujar Ronnie seorang warga Ukraina.
"Ketika musuh datang ke tanah kami lagi, saya mengambil senjata dan harus ada di sini untuk menghadapi mereka," ungkapnya.
Baca juga: Diancam Pakai Tembakan Peringatan, Warga Ukraina Tetap Demo Tak Pedulikan Tank Rusia
Ronnie menjelaskan bagaimana senjatanya yang kuno itu masih dapat berfungsi dengan baik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/1a-dp-28-degtyaryov-yang-dibuat-pada-tahun-1943.jpg)