Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Pakai Senjata hingga Taktik Kuno, Relawan Inggris Siap Bela Ukraina Hadapi Pasukan Rusia

Sejumlah tentara relawan dari Inggris mengandalkan senjata api kuno untuk menghadapi gempuran pasukan Rusia.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TheSun.co.uk
Melawan pasukan Rusia pakai senjata kuno, seorang tentara menunjukkan senjata DP-28 Degtyaryov yang dibuat pada tahun 1943. 

Seorang kakek-kakek asal Skotlandia, Rob (61) mengaku perang ini bukan hanya melibatkan Ukraina namun semuanya.

"Putin tidak akan berhenti di sini," ujar Rob.

Di sisi lain, seorang pemuda bernama Niall (22) mengaku memiliki kewajiban bertahan di Ukraina untuk menghadapi pasukan Rusia.

"Saya berencana untuk pindah ke sini (Ukraina). Saya siap untuk berperang dan mati jika itu memang diperlukan," kata Niall.

Selain mengandalkan senjata lawas yang teknologinya sudah tertinggal ratusan tahun, para relawan dan warga Ukraina juga menggunakan senjata bantuan dari negara-negara barat seperti senjata peluncur roket dari Inggris.

Remaja di Ukraina Akui Tak Mau Mati demi Negaranya

Di tengah konflik Rusia-Ukraina yang terus memanas, banyak remaja di Ukraina yang secara sukarela bergabung di Kiev/Kyiv untuk mengantisipasi datangnya pasukan Rusia.

Dua di antaranya adalah mahasiswa bernama Maksy Lutsyk (19) dan Dmytro Kisilenko (18).

Kedua remaja ini secara sukarela pergi ke Kyiev, bergabung bersama pasukan militer Ukraina bersiap menghadapi datangnya pasukan Rusia.

Baca juga: Warga Inggris Ditawari Rp 37 Juta jika Mau Tampung Pengungsi dari Ukraina

Baca juga: Dapat Banyak Bantuan dari Negara Barat, Presiden Ukraina Yakin Tidak Ada yang Gratis

Dikutip TribunWow.com dari bbc.com, para remaja yang bergabung untuk melawan Rusia nantiny akan melalui pelatihan terlebih dahulu sebelum diterjunkan ke lapangan.

"Saya mulai terbiasa dengan senjata saya. Saya belajar bagaimana untuk menembak dan bagaimana untuk bertindak di peperangan, hingga belajar hal-hal lainnya yang akan menjadi sangat penting dalam perang melawan Rusia," ujar Dmytro sambil tertawa.

Di sisi lain, rekan Dmytro yakni Maksym menanggapi kondisi ini dengan lebih serius.

Ia mengaku percaya diri akan kemampuannya seusai mempelajari pengetahuan seputar taktik, ilmu bela diri, hingga kesehatan.

Dmytro meyakini, sangat mungkin pasukan militer Rusia maju hingga masuk ke Kyiv.

Bersama dengan Maksym, Dmytro dan rekannya tersebut berasal dari kota yang sama.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 2/3
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaInggrisinvasiVladimir PutinVolodymyr Zelensky
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved