Terkini Daerah
Berdebat, Ruhut Sitompul Wanti-wanti Dosen Pelapor Gibran dan Kaesang ke KPK: Sadar Gak Kalian?
Politisi PDI Perjuangan (PDIP), Ruhut Sitompul buka suara soal dua putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) dilaporkan ke KPK.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Rekarinta Vintoko
"Ini adalah hak warga negara untuk mengajukan dugaan," sahut Ubedillah.
"Kalau kalian sudah punya bukti yang kuat, ramai ngomong, siap-siap dong 'Mari KPK', Anda nanti dipanggil siap? Siap Anda menandatangani BAP sebagai saksi pelapor?," sambung Ruhut.
Lebih lanjut, Ruhut menduga laporan yang dibuat Ubedillah hanyalah bentuk taktik politik saja.
"Kalau siap, Anda kena (Pasal) 242, kalau berjalan, saya yakin ini enggak berjalan kok hanya politik," ucap Ruhut.
"Ini namanya ancaman," tukas Ubedillah.
Baca juga: Dilaporkan ke KPK, Ini Sikap Gibran soal Kemungkinan Laporkan Balik Dosen UNJ: Dibuktikan Dulu
Baca juga: Respons Gibran saat Dirinya dan Kaesang Dilaporkan ke KPK: Silakan Dilaporkan, Kalau Salah Kami Siap
Simak videonya berikut ini mulai menit ke-6.30:
Lapor ke KPK
Ubedilah menduga Gibran dan Kaesang terlibat dalam pembakaran hutan pada 2015 silam.
Menurut Ubedilah, laporan terhadap Gibran dan Kaesang berawal dari PT SM yang telah menjadi tersangka pembakaran hutan.
Karena kasus ini, PT SM dituntut Kementerian Lingkungan Hidup sebesar Rp 7,9 triliun.
Baca juga: Respons Gibran saat Dirinya dan Kaesang Dilaporkan ke KPK: Silakan Dilaporkan, Kalau Salah Kami Siap
Baca juga: Sosok 6 Kader PDIP yang Disebut Cocok Jadi Calon Gubernur DKI, Ada Gibran hingga Tri Rismaharini
Namun, setelah menjalani sejumlah proses, PT SM hanya diharuskan membayar Rp 78 miliar.
Ubedilah menganggap putusan tersebut tak masuk akal.
"Itu terjadi pada Februari 2019 setelah anak Presiden membuat perusahaan gabungan dengan anak petinggi perusahaan PT SM," ungkap Ubedilah, dikutip dari Kompas.com, Selasa (11/1/2022).
Selain itu, Ubedilah juga menyebut Gibran dan Kaesang terlibat dalam kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Ubedilah mengaku memiliki cukup bukti hingga melaporkan dua anak presiden itu ke KPK.