Terkini Daerah
Berdebat, Ruhut Sitompul Wanti-wanti Dosen Pelapor Gibran dan Kaesang ke KPK: Sadar Gak Kalian?
Politisi PDI Perjuangan (PDIP), Ruhut Sitompul buka suara soal dua putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) dilaporkan ke KPK.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Politisi PDI Perjuangan (PDIP), Ruhut Sitompul buka suara soal dua putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Diberitakan sebelumnya, Gibran dan Kaesang dilaporkan oleh Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun.
Terkait laporan tersebut, Ruhut Sitompul pun turut buka suara dalam acara ROSI yang diunggah kanal YouTube Kompas TV, Jumat (14/1/2022).
Dalam acara itu, Ruhut secara terang-terangan mewanti-wanti Ubaedillah Badrun yang melaporkan Gibran dan Kaesang.

Baca juga: Bela Gibran dan Kaesang yang Dilaporkan KPK, Moeldoko Minta Jangan Mudah Curigai Anak Pejabat
Baca juga: KPK Tak Peduli Status Gibran dan Kaesang Anak Jokowi: Akan Lakukan Proses Penelaahan
Ia pun menyebut Ubaedillah bisa saja dijerat dengan dua pasal sekaligus jika laporan yang dibuatnya tak terbukti.
"Saya mohon, Pak Joko Widodo selalu mengingatkan kita Indonesia negara hukum," kata Ruhut.
"Sadar enggak kalian berdua apa yang kalian lakukan pada Kaesang, kepada Gibran?"
"Jujur saya katakan, ada dua pasal dalam KUHP yang menunggu saudara-saudara," lanjutnya.
Lebih lanjut, Ruhut menduga Ubedillah hanya mencari popularitas.
Kendati demikian, Ruhut tak menampik jika selama ini KPK menerima banyak laporan.
"Ini fakta, boleh dong saya bertanya, Anda sudah ramai-ramai ini semua mencari popularitas, sudah membuat BAP belum?," katanya.
"Karena saya di Komisi III dua periode, di KPK itu banyak laporan, puluhan ribu ."
Mendengar ucapan Ruhut, Ubedillah yang duduk di sampingnya langsung buka suara.
Ubedillah menyebut melaporkan ke KPK soal dugaan kasus korupsi adalah hak setiap warga negara.
Karena itu, menurut Ubedillah ia tak perlu disudutkan terkait laporan terhadap Gibran dan Kaesang.