Terkini Daerah
Tak Hanya 2,5 Bulan Simpan Jasad Anak, Pasutri Ini Juga Rutin Gantikan Baju, Buat Warga Ketakutan
R (38) dan P (36) ternyata tak hanya menyimpan jasad anak kandungnya, SAR (14) selama 2,5 bulan di dalam rumah.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - R (38) dan P (36) ternyata tak hanya menyimpan jasad anak kandungnya, SAR (14) selama 2,5 bulan di dalam rumah.
Keduanya ternyata juga rutin menggantikan baju untuk jasad anaknya tersebut.
Sejumlah warga mengaku melihat R dan P rutin mengganti baju jenazah SAR.
Karena ketakutan, warga kemudian melapor ke pihak desa dan berlanjut ke kepolisian.
Camat Moga, Umroni, mengatakan R dan P diduga menganut aliran tertentu yang meyakini jasad SAR akan hidup kembali.
"Kami langsung melakukan langkah-langkah terkait itu, di antaranya memberikan penyadaran kedua orangtua untuk segera melakukan perlakuan terhadap jenazah seperti memandikan, di salati, dan dikuburkan secara syariat islam," ujar Umroni, dikutip dari TribunJateng.com, Kamis (13/1/2022).
Umroni berharap kejadian seperti ini tak kembali terjadi.
Ia pun meminta warga waspada terhadap oknum-oknum yang menyebarkan isu bahwa jenazah bisa kembali hidup.
"Saya meminta kepada bapak RT, RW, dan pak kadus di wilayah desa-desa untuk sering mamatau kondisi di lapangan," katanya.
"Karena kejadian ini sampai tidak diketahui oleh masyarakat, karena keluarga tersebut jarang keluar rumah dan jarang sosialisasi ke masyarakat."
Baca juga: Kronologi Orangtua di Pemalang 2,5 Bulan Simpan Jasad Anak di Rumah, Yakin Mayat akan Hidup Lagi
Baca juga: 2,5 Bulan Simpan Jenazah Anak di Kamar, Suami Istri di Pemalang Diduga Pakai Obat untuk Samarkan Bau
Bukan Pertama Kali
Diduga memiliki kepercayaan menyimpang, keluarga asal Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, nekat menyimpan jasad anaknya yang masih berusia 14 tahun.
Jasad remaja itu disimpan di rumahnya selama 2,5 bulan.
Dilansir TribunWow.com, keluarga tersebut meyakini jasad korban bakal hidup kembali.
Namun, ternyata aksi tersebut bukan kali pertama dilakukan keluarga korban.
Hal itu diungkapkan Camat Moga, Umroni, dalam kanal YouTube tvOneNews, Kamis (13/1/2022).
Meski jasad disimpan lebih dari dua bulan, warga sekitar tak mencium bau busuk dari rumah korban.
Diduga, keluarga memberikan obat atau ramuan khusus untuk mencegah bau busuk jasad korban menyebar.
"Ada dugaan jenazah diberi obat yang bisa mengurangi bau," jelas Umroni.
"Ini adalah kali kedua dilakukan keluarga ini, sebelumnya pernah ketahuan warga."
Baca juga: Kronologi Orangtua di Pemalang 2,5 Bulan Simpan Jasad Anak di Rumah, Yakin Mayat akan Hidup Lagi
Baca juga: 2,5 Bulan Simpan Jenazah Anak di Kamar, Suami Istri di Pemalang Diduga Pakai Obat untuk Samarkan Bau
Lebih lanjut, menurut dia, keluarga ini juga pernah menyimpan jasad di rumah.
Jasad tersebut adalah adik korban.
"Jadi adiknya sebelumnya telah meninggal dan selama seminggu jenazahnya dibiarkan."
"Tapi kemudian jenazah tersebut memunculkan bau sehingga mendesak masyarakat untuk memakamkan."
Belajar dari pengalaman, keluarga ini kemudian memberikan obat khusus pada jasad korban sehingga tak mengeluarkan bau busuk.
Lebih lanjut, Umroni membahas soal keluarga korban yang dikenal jarang bergaul.
"Yang kedua ini tampaknya ada upaya keluarga korban untuk memberi obat supaya tidak tercium," ungkapnya.
"Keyakinan ini muncul karena yang bersangkutan jarang bersosialisasi dengan warga sekitar, keluarganya tertutup."
"Sehingga masyarakat jarang berkomunikasi, datang ke rumahnya, dan sebagainya," tandasnya. (TribunWow.com)
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Orangtua di Pemalang 2,5 Bulan Simpan Jasad Anak dan Rutin Ganti Bajunya, Warga Tak Berani Mendekat