Breaking News:

Terkini Daerah

Kronologi Orangtua di Pemalang 2,5 Bulan Simpan Jasad Anak di Rumah, Yakin Mayat akan Hidup Lagi

Warga Desa Plakaran, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, dihebohkan dengan aksi orangtua yang menyimpan jasad remaja 14 tahun.

YouTube tvOnenews
Selama 2,5 bulan, pasangan suami istri R (38) dan P (36) di Pemalang, Jawa Tengah menyimpan jasad anak mereka di kamar. Kondisi terbaru mayat seusai dimakamkan sesuai syariat Islam. 

TRIBUNWOW.COM - Warga Desa Plakaran, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, dihebohkan dengan aksi orangtua yang menyimpan jasad remaja 14 tahun selama lebih dari dua bulan.

Dilansir TribunWow.com, jasad korban disimpan di rumah diduga karena sang orangtua memiliki keyakinan tertentu.

Keberadaan jasad remaja tersebut diketahui warga pada Minggu (9/1/2022) lalu.

Camat Moga, Umroni mengatakan orangtua korban menyakini jasad anaknya akan hidup kembali.

Hal itu diungkapkannya dalam kanal YouTube tvOneNews, Kamis (13/1/2022).

"Diduga orangtua korban mengikuti aliran yang menyebutkan bahwa anaknya belum meninggal," ungkap Umroni.

"Bahwa jenazah itu masih hidup, padahal sudah meninggal."

Selama 2,5 bulan, pasangan suami istri R (38) dan P (36) di Pemalang, Jawa Tengah menyimpan jasad anak mereka di kamar.
Selama 2,5 bulan, pasangan suami istri R (38) dan P (36) di Pemalang, Jawa Tengah menyimpan jasad anak mereka di kamar. (YouTube tvOnenews)

Baca juga: 2,5 Bulan Simpan Jenazah Anak di Kamar, Suami Istri di Pemalang Diduga Pakai Obat untuk Samarkan Bau

Baca juga: Hampir 3 Bulan Baringkan Jasad Anak di Kamar, Keluarga di Pemalang Sudah 2 kali Simpan Jenazah

Mengetahui adanya kejadian itu, Umroni dan jajarannya turun langsung ke rumah korban.

Di sana, Umroni mengaku memberikan penjelasan dan berupaya menyadarkan kedua orangtua korban agar bersedia memakamkan jasad anaknya.

"Kita turun langsung memberikan penyadaran pada orangtua untuk segera dilakukan perlakuan terhadap jenazah."

"Yaitu dengan dimandikan, disalati dan dikubur di samping rumahnya," katanya.

Di sisi lai, Kapolsek Moga, AKP Dibyo Suryanto membenarkan adanya kejadian itu.

Menurut Dibyo, warga melapor ke kantor polisi karena tak berani masuk ke lokasi kejadian.

"Karena lokasinya berada di pegunungan jauh dari perkotaan, kami bersama Muspika Kecamatan Moga langsung menuju ke lokasi," terang Dibyo, dikutip dari TribunJateng.com, Kamis (13/1/2022).

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved