Breaking News:

Terkini Daerah

Selain Rudapaksa 12 Santriwati, Terkuak HW Juga Cabuli Saudara Istrinya Sendiri

Tak pandang bulu, aksi bejat HW melakukan tindakan asusila bahkan turut menyasar saudara dari istrinya sendiri.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
YouTube Sekretariat Presiden
Iriana Jokowi, Atalia Praratya hingga Wury Estu Handayani menemui para santriwati penyintas kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh HW (36) di Bandung, Jawa Barat, 21 Desember 2021. 

TRIBUNWOW.COM - Fakta-fakta baru terungkap saat HW menjalani persidangan ke-10 di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Selasa (28/12/2021).

Di dalam persidangan itu terungkap bahwa 1 dari 13 korban pencabulan HW ternyata masih memiliki hubungan kekerabatan dengan pelaku.

Dalam persidangan ini hadir saksi tenaga kesehatan, dokter kandungan, hingga keluarga HW.

Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas I Bandung atau Rutan Kebonwaru Bandung, Riko Steven menunjukkan foto HW (36) saat ditahan di Rutan Kebonwaru Bandung, Jawa Barat.
Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas I Bandung atau Rutan Kebonwaru Bandung, Riko Steven menunjukkan foto HW (36) saat ditahan di Rutan Kebonwaru Bandung, Jawa Barat. (youtube kompastv)

Baca juga: Kopda A Terpaksa Buang Korban karena Kalah Pangkat, Praktisi Hukum Sebut Bukan Pembunuhan Berencana

Dikutip dari TribunJabar.id, fakta HW mencabuli saudara istrinya diungkap oleh Kasipenkum Kejati Jabar, Dodi Gazali Emil.

Menurut keterangan Dodi, korban HW yang masih memiliki hubungan kerabat adalah saudara jauh.

"Masih ada kerabat lah," kata Dodi, Selasa (28/12/2021).

Hal ini turut dikonfirmasi oleh Dewan Pembina Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bima Sena.

"Ya, satu kerabat dengan istrinya. Jadi sepupu. Nanti dicek kepada istrinya," ujar Bima.

Dalam persidangan ini terungkap juga HW memalsukan umur korban saat mendampingi korban melahirkan.

Berdasarkan kesaksian dokter dan bidan yang membantu persalinan, HW datang ke klinik mendampingi korban yang hendak melahirkan.

Kala itu, HW menyebut korban berusia 20 tahun.

"Nah, HW menjelaskan usianya (korban) itu 20 (pada dokter dan bidan)," terang Dodi.

"Kemudian ada kecurigaan dari dokternya, ketika proses melahirkan dia curiga karena dokter lebih mengetahui bagaimana kondisi seseorang itu masih di bawah 20 tahun."

Dokter dan bidan yang dihadirkan dalam sidang itu mengaku hanya membantu persalinan satu korban saja.

Sementara itu belum diketahui di mana korban lain melahirkan bayi hasil perbuatan bejat HW.

"Satu klinik, itu untuk kelahiran yang terakhir yang masih bisa dilacak. Itu untuk satu kelahiran saja," ucap Dodi.

"Kemudian, setelah satu hari membantu proses kelahiran itu, datanglah polisi dari Polda Jabar makanya dia dijadikan saksi dan benar waktu itu yang mendampingi adalah terdakwa."

Kondisi Terkini korban

Belum lama ini, ibu negara RI, Iriana Jokowi telah menemui belasan santriwati korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh guru sekaligus pengelola yayasan berinisial HW (36).

Suara Iriana sempat bergetar ketika mmenyampaikan perasaannya terhadap para korban.

Selepas pertemuan dengan Iriana pada Rabu (22/12/2021), diketahui para santriwati korban HW telah kembali ke daerahnya masing-masing.

Baca juga: Orangtua Santriwati Korban Rudapaksa Tak Terima jika HW Dihukum Ringan: Akan Saya Patahkan Lehernya

Baca juga: Teganya Pelaku Pelecehan di Pesantren Tasik, 5 Tahun Lakukan Aksinya dan Incar Santriwati yang Sakit

Hal ini disampaikan oleh Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut, Diah Kurniasari.

"Anak-anak ini sudah kuat, mereka sudah siap untuk melangkah ke depan," ujar Diah dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam tvOne, Kamis (22/12/2021).

Diah bercerita, sebelum berbincang dengan ibu negara, para santriwati korban HW sempat mengobrol bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Bintang Puspayoga pada minggu lalu.

Menurut keterangan Diah, para santriwati sudah nampak ceria saat mengobrol bersama Menteri PPA.

Diah meyakini para penyintas kekerasan seksual HW sudah siap kembali menjalani hidup.

Namun ia menegaskan pihaknya masih akan terus memonitor para santriwati korban HW.

"Kami dari pemerintah daerah, P2TP2A Kabupaten Garut siap untuk selalu memonitor mereka," kata Diah.

Rencananya, para santriwati ini akan bersekolah kembali di bulan Januari tahun 2022 mendatang.

Seperti yang diketahui, para santriwati semua masih di bawah umur.

Ketika berada di boarding school yang dikelola oleh HW, para santriwati hanya menjadi korban kekerasan seksual dan dimanfaatkan pelaku untuk bekerja kasar menjadi kuli guna memperbaiki bangunan sekolah.

Selain itu para santriwati turut dimanfaatkan pelaku untuk mencari donasi dari berbagai pihak.

Pengakuan Istri HW

Sementara itu, istri HW Wirawan (HW), NA, akhirnya buka suara soal kasus rudapaksa 21 anak di bawah umur yang menjerat suaminya.

Dilansir TribunWow.com, NA mengaku selama ini tak mengetahui perbuatan bejat HW Wirawan.

Ia menyebut baru mengetahui kasus ini setelah HW Wirawan diringkus polisi.

Selama ini, NA ternyata tak diizinkan suaminya untuk mengunjungi yayasan.

"Saya dibagi tugas, ngurus di Jalan Sukanegara di tahfiz Al Ikhlas, sementara pak HW di yayasan di Jalan Sinergi," ungkap NA, dikutip dari TribunnewsBogor.com, Rabu (22/12/2021).

Kendati demikian, NA mengaku sempat curiga saat ada santriwati yang tak kunjung haid.

Saat itu NA hanya memberi obat pelancar haid untuk santriwati tersebut.

"Tahun 2018 itu ada salah satu anak yang bilang ke Saya 'Bu, saya belum haid'," ungkap NA.

"Kata saya coba minum ini supaya lancar haidnya. Saya enggak berpikiran macam-macam."

"Kalau dibilang bodoh ya terlalu polos, ya Allah."

Sadar NA mulai curiga, HW Wirawan saat itu langsung memindahkan santriwati itu ke pesantren lain.

Selain itu, HW Wirawan juga sempat mengancam NA agar tak mencampuri urusan yayasan.

"Ketika anak yang mencurigakan, dipindahkan ke sinergi (tempat lain selain pesantren). Mungkin supaya tidak ditanya terus sama saya."

"Dia (HW) bilang (ke istri) urus saja asrama yang di pesantren, jangan ikut campur sama asrama yang di sana. Ibu harus ngurus asrama yang di sini saja, jadi dibatasi la," sambungnya.

Saat itu, NA kembali diam-diam menemui santriwati yang tak kunjung haid tersebut.

Baca juga: Ramai Dugaan Penyelewengan Dana Bansos Pesantren, Kasus HW Bakal Dikembangkan Polisi

Baca juga: Pakar Kejiwaan Sebut HW Punya Ciri-ciri Psikopat: Ada Potensi Ulangi Kesalahan di Masa Depan

Ia kemudian membawa santriwati itu ke seorang bidan.

Rupanya, saat itu NA juga tengah mengandung anak kedua HW Wirawan.

"Saya juga sedang hamil anak kedua. Jadi samaan kalau hamil," tutur NA.

"Pas saya diperiksa 8 bulan, diperiksa bidan yang sama, bidan itu yang bilang (kalau santriwati hamil), saya syok, nangis, dimulai dari saya hamil itu enggak diantar (sama HW)." (TribunWow.com/Anung/Tami)

Baca Artikel Terkait Lainnya

Artikel ini diolah dari Tribunnews.com dengan judul Orang Tua Santriwati Ungkap Aktivitas Anaknya di Tempat HW Wirawan: Tidak Belajar tapi Urus Bayi, dan TribunnewsBogor.com dengan judul Curiga Santriwati Tak Haid, Istri HW Wirawan Nangis Korban Hamil, Suami Bersumpah: Saya Kan Guru serta TribunJabar.id dengan judul HW Wirawan Sungguh Keterlaluan, Saudara Sendiri Dirudapaksa, Dokter Kandungan Dibohongi

Sumber: TribunWow.com
Tags:
rudapaksaPencabulanSantriwatiBandung
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved