Breaking News:

Konflik Palestina Vs Israel

Bentrokan di Tepi Barat, Tentara Israel Tembak Anak Berusia 13 Tahun hingga Tewas dan 5 Lainnya Luka

Seorang remaja Palestina berusia 13 tahun tewas tertembak di bagian perut oleh tentara Israel di tengah aksi bentrokan yang terjadi di Tepi Barat.

AFP/Jaafar Ashtiyeh
Pengunjuk rasa Palestina mengangkat sendok saat menghadapi pasukan keamanan Israel menyusul demonstrasi di desa Beita, Tepi Barat pada Jumat (10/9/2021). Seorang remaja Palestina berusia 13 tahun tewas tertembak di bagian perut oleh tentara Israel di tengah aksi bentrokan yang terjadi di Tepi Barat, Jumat (5/11/2021). 

TRIBUNWOW.COM – Seorang anak Palestina berusia 13 tahun tewas ditembak oleh pasukan Israel ketika terjadi bentrokan di wilayah Tepi Barat, Jumat (5/11/2021).

Dilansir dari AFP, bentrokan terjadi beberapa hari setelah Israel menyetujui rencana pembangunan 3 ribu permukiman baru di wilayah tersebut.

Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa anak bernama Mohammed Daadas meninggal di rumah sakit, seusai menerima tembakan di bagian perut saat bentrokan terjadi antara pengunjuk rasa Palestina dan pasukan Israel di Desa Deir al-Hatab, timur Nablus.

Sekitar 475 ribu orang Yahudi Israel tinggal di permukiman di Tepi Barat, yang dianggap ilegal menurut hukum internasional.
Sekitar 475 ribu orang Yahudi Israel tinggal di permukiman di Tepi Barat, yang dianggap ilegal menurut hukum internasional. (AFP/Ahmad Gharabli)

Baca juga: Kritik yang Jarang Terjadi, AS Menentang Rencana Penambahan 1.300 Pemukiman Israel di Tepi Barat

Baca juga: Baku Tembak Terjadi di Tepi Barat, Serangan Israel Tewaskan 5 Orang Palestina

Menurut kantor berita resmi Palestina Wafa, Perdana Menteri Mohammed Shtayyeh mengatakan bahwa kematian Daadas adalah terorime negara yang terorganisir, Jumat (5/11/2021).

Di sisi lain, tentara Israel mengaku sedang meninjau insiden tersebut.

"Kerusuhan terjadi di rute yang berdekatan dengan komunitas Elon Moreh," kata pasukan Israel.

Pihaknya menyebutkan bahwa peristiwa itu terjadi saat pasukan Israel mencoba membubarkan kerusuhan.

Tembakan yang dilepaskan langsung oleh mereka, dikatakan diarahkan kepada orang-orang yang melemparkan batu ke arah para pasukan.

Selain kematian remaja laki-laki tersebut, terhitung lima warga Palestina lain terluka dalam bentrokan di Desa Beita dan Beit Dajan di Tepi Barat bagian utara.

Dinyatakan oleh militer Israel, pasukannya berusaha membubarkan kerusuhan di dua lokasi di mana terdapat sekitar 140 orang yang melemparkan batu ke arah mereka.

Konfrontasi terjadi beberapa hari setelah Israel mengumumkan akan memajukan rencana untuk 3 ribu pemukiman bagi Yahudi di Tepi Barat pada 27 Oktober lalu.

Negara tersebut tak memperdulikan kritik masyarakat internasional yang menyebut wilayah tersebut ilegal.

Baca juga: Palestina Ancam Umumkan Kemerdekaan jika Israel Caplok Tepi Barat, PM Shtayyeh: Kami Sudah Terbangun

Baca juga: Gali Lubang di Toilet dengan Sendok Makan, Tahanan Israel asal Palestina Berhasil Kabur dari Penjara

Padahal, sebelumnya Amerika Serikat (AS) bahkan secara terbuka juga sudah melontarkan kritiknya atas rencana pembangunan tersebut.

Pada 26 Oktober, pemerintahan Presiden Joe Biden mengatakan "sangat" menentang pembangunan baru di Tepi Barat.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved