Breaking News:

Terkini Internasional

Gali Lubang di Toilet dengan Sendok Makan, Tahanan Israel asal Palestina Berhasil Kabur dari Penjara

Ribuan tahanan asal Palestina di penjara Israel akan mogok makan setelah Israel memperketat keamanan penjara pasca-kasus pelarian di Penjara Gilboa.

Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Tiffany Marantika Dewi
YouTube/Al Jazeera English
Penjara Gilboa di Israel. Ribuan tahanan asal Palestina di penjara Israel akan mogok makan setelah Israel memperketat keamanan penjara karena kasus pelarian Penjara Gilboa. 

TRIBUNWOW.COM - Ribuan tahanan asal Palestina di penjara-penjara Israel akan mulai aksi mogok makan pada Jumat (17/9/2021).

Israel memperketat keamanan penjara setelah kasus pelarian enam narapidana dari Penjara Gilboa dengan menggali lubang menggunakan sendok di lantai toilet pekan lalu.

Dilansir dari Jerusalem Post, aksi mogok makan itu bertujuan untuk memprotes pembatasan dan tindakan represif yang diterima para tahanan setelah kasus itu.

Lubang di lantai toilet penjara Gilboa, Israel yang digunakan enam tahanan Palestina untuk melarikan diri.
Lubang di lantai toilet penjara Gilboa, Israel yang digunakan enam tahanan Palestina untuk melarikan diri. (YouTube/Al Jazeera English)

Baca juga: Detik-detik 6 Tahanan Palestina Melarikan Diri seusai Buat Lubang di Tahanan, Sempat Kepergok Petani

Baca juga: Pertemuan Rahasia Presiden Israel dan Raja Yordania Isyaratkan Membaiknya Hubungan Diplomatik

“Para tahanan telah memutuskan untuk melakukan mogok makan guna memperbaiki kondisi mereka,” kata Qadri Abu Bakr, kepala Komisi Urusan Tahanan Palestina dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Palestina, Ma’an.

Qadri Abu Bakr mengungkapkan fase pertama mogok makan akan melibatkan 1.380 tahanan.

Beberapa orang tidak akan diikutsertakan dalam aksi itu, termasuk wanita, orangtua, anak di bawah umur dan orang sakit.

“Tuntutan para tahanan dalam pemogokan makan bertujuan memulihkan situasi (di penjara) seperti sebelum tindakan hukuman baru-baru ini,” jelasnya.

Otoritas penjara diketahui memindahkan ratusan narapidana ke penjara lain setelah peristiwa pelarian diri narapidana.

Abu Bakr juga mengungkapkan tuntutan baru para tahanan untuk melepas kaca yang memisahkan mereka dengan pengunjung serta pemberian izin kunjungan keluarga dari Jalur Gaza.

Pada tahap pertama pemogokan, narapidana akan menolak untuk makan.

Sementara pekan depan, mereka juga akan mulai menolak minum air.

Baca juga: Israel Kembali Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Klaim Serang Markas Milik Hamas

Baca juga: Israel Bersiap Vaksinasi Covid-19 Dosis Keempat, Pastikan Pasokan Cukup

Sebelumnya, empat di antara enam tahanan Penjara Gilboa yang melarikan diri sudah berhasil ditangkap pada Sabtu (11/9/2021) malam oleh kepolisian Israel.

Aktivis Palestina mengklaim empat tahanan itu telah diserang secara fisik setelah kembali.

Pada Senin malam, aktivis media sosial juga mengklaim bahwa salah satu buronan yang ditahan kembali, Zakaria Zubeidi, telah dipindahkan ke rumah sakit Israel setelah mengalami kemunduran kesehatan yang parah.

Namun, klaim tersebut sudah dibantah oleh sumber Israel.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
Tags:
IsraelPalestinaPenjara GilboaTahananJalur Gaza
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved