Breaking News:

Virus Corona

Israel Bersiap Vaksinasi Covid-19 Dosis Keempat, Pastikan Pasokan Cukup

Israel bersiap memastikan pasokan vaksin cukup jika diperlukan suntikan Covid-19 dosis keempat setelah selesai beri dosis ketiga ke 2,8 juta orang.

YouTube/Al Jazeera English
Vaksinasi di Israel untuk penduduk berusia di atas 60 tahun. 

TRIBUNWOW.COM – Pejabat Tinggi Kesehatan Israel menyatakan negara sedang membuat persiapan untuk memastikan pasokan vaksin cukup jika diperlukan suntikan Covid-19 dosis keempat pada Minggu (12/9/2021).

Dilansir dari Bloomberg, Israel sudah mulai memberikan suntikan booster pada awal Agustus lalu.

Sejauh ini, Israel sudah melakukan vaksinasi terhadap 2,8 juta orang dengan dosis ketiga vaksin virus Covid-19.

Vaksinasi di Israel untuk penduduk berusia di atas 60 tahun.
Vaksinasi di Israel untuk penduduk berusia di atas 60 tahun. (YouTube/Al Jazeera English)

Baca juga: Kasus Harian Covid-19 Catat Rekor Tertinggi hingga 11 Ribu, Israel Tetap Buka Sekolah Tatap Muka

Baca juga: Pertemuan Rahasia Presiden Israel dan Raja Yordania Isyaratkan Membaiknya Hubungan Diplomatik

“Kami tidak tahu kapan itu akan terjadi (vaksinasi dosis keempat). Saya sangat berharap tidak dalam enam bulan ini dan dosis ketiga akan bertahan lebih lama," kata Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Israel, Nachman Ash dalam sebuah wawancara dengan Radio 103FM.

Pejabat kesehatan mengatakan bahwa efek dari suntikan awal vaksin Covid-19 melemah lima bulan setelah inokulasi.

Hal itu membuat suntikan booster dirasa diperlukan.

Sekitar 6 juta dari 9,4 juta populasi di Israel telah menerima satu dosis vaksin dan sekitar 5,5 juta sudah mendapatkan dua dosis vaksin Covid-19.

Nachman Ash menyatakan bahwa lonjakan kasus infeksi Covid-19 di Israel tampaknya telah dihentikan.

Keberhasilan itu dikaitkan dengan suntikan booster yang diberikan negara kepada warganya.

Israel yang pernah menjadi negara terdepan dalam perlombaan global untuk bangkit dari Covid-19, menjadi salah satu titik panas pandemi terbesar di dunia pada awal September.

Israel memiliki tingkat infeksi per kapita tertinggi dalam seminggu hingga 4 September lalu, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins.

Baca juga: Israel Kembali Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Klaim Serang Markas Milik Hamas

Baca juga: Sosok Naftali Bennett, PM Israel Baru Pengganti Benjamin Netanyahu, Dikenal Keras pada Palestina

Penyebaran varian Delta di Israel menyebabkan jumlah kasus baru meningkat hingga mencapai titik tertingginya pada 2 September.

Saat itu, pemerintah melakukan pengujian luas untuk anak-anak pada awal tahun ajaran baru.

Tingkat kasus parah per 100 ribu populasi di antara orang yang tidak divaksinasi jauh lebih tinggi daripada mereka yang telah diinokulasi dengan dua dosis vaksin Covid-19.

Hal itu menunjukkan, bahkan dengan berkurangnya kekebalan, suntikan vaksin mampu memberikan perlindungan atas penyakit serius.

Sehingga gejala infeksi Covid-19 yang dirasakan seseorang yang sudah divaksin, sebagian besar tidak lebih parah dari orang yang belum divaksin secara penuh.

Israel juga tidak akan menggunakan vaksin perusahaan Pfizer Inc. secara eksklusif, kata Ash

Sebelumnya, sempat beredar laporan bahwa mereka akan menggunakan vaksin perusahaan itu secara eksklusif.

Ash mengungkapkan pemerintah tidak akan melakukannya.

Saat ini, orang yang berusia di atas 18 tahun yang mendapatkan suntikan pertama mereka sedang diberikan vaksin dari Moderna Inc. (TribunWow.com/Alma Dyani P)

Berita terkait Israel lain

ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved