Breaking News:

Terkini Internasional

Kritik yang Jarang Terjadi, AS Menentang Rencana Penambahan 1.300 Pemukiman Israel di Tepi Barat

AS mengecam rencana pembangunan 1.300 pemukiman Israel di Tepi Barat sebagai bentuk kritik yang jarang terjadi, dianggap rusak solusi dengan Palestina

AFP/Ahmad Gharabli
Sekitar 475 ribu orang Yahudi Israel tinggal di permukiman di Tepi Barat, yang dianggap ilegal menurut hukum internasional. AS mengecam rencana pembangunan 1.300 pemukiman Israel di Tepi Barat sebagai bentuk kritik yang jarang terjadi, dianggap rusak solusi dengan Palestina pada Selasa (26/10/2021). 

TRIBUNWOW.COMAmerika Serikat (AS) menyuarakan kecamannya terhadap rencana perluasan pemukiman Israel di Tepi Barat, Palestina, Selasa (26/10/2021).

Sebagai bentuk kritik yang jarang terjadi, Pemerintahan Joe Biden menyebut upaya tersebut merusak “prospek solusi dua negara”, sebagaimana dilansir dari Al Jazeera, Rabu (27/10/2021).

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price, dengan tegas menolak desakan Israel baru-baru ini untuk membangun lebih banyak pemukiman di Tepi Barat.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price (AFP/Nicholas Kamm)

Baca juga: Terungkap Penguasa Dubai Retas Ponsel Mantan Istri selama Perebutan Hak Asuh, Pakai Perangkat Israel

Baca juga: Baku Tembak Terjadi di Tepi Barat, Serangan Israel Tewaskan 5 Orang Palestina

Pihaknya juga mengkritik upaya untuk secara perlahan melegalkan pos-pos pemukiman tidak teratur di wilayah Palestina.

"Kami sangat prihatin dengan rencana pemerintah Israel untuk menambah ribuan unit pemukiman besok, Rabu, banyak dari mereka berada jauh di Tepi Barat," kata Price, Selasa (26/10/2021).

“Selain itu, kami prihatin dengan terbitnya tender pada hari Minggu untuk 1.300 unit permukiman di sejumlah permukiman Tepi Barat,” tambahnya.

“Kami sangat menentang perluasan pemukiman, yang sama sekali tidak konsisten dengan upaya untuk menurunkan ketegangan dan untuk memastikan ketenangan.”

Namun, ketika ditanya apakah Israel akan menghadapi dampak tertentu dari pemerintah AS atas rencana tersebut, Price tidak memberi komentar.

“Ini adalah kekhawatiran yang telah kami diskusikan di tingkat yang sangat senior, di tingkat paling senior, dengan mitra Israel kami,” katanya.

“Mitra Israel kami tahu di mana kami berdiri, dan kami akan terus terlibat dengan mereka dalam diplomasi kami dalam hal ini.”

Tak hanya AS, sebelumnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga telah menyatakan keprihatinannya tentang pengumuman Israel pada Senin (25/10/2021).

Mereka mengatakan bahwa "semua pemukiman ilegal menurut hukum internasional".

Israel merebut Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dalam perang tahun 1967.

Sejak itu, mereka telah menduduki wilayah tersebut dan membangun permukiman eksklusif bagi warga Israel.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved