Breaking News:

Virus Corona

Murah dan Banyak Tersedia, Studi Klaim Obat Antidepresan Bisa Kurangi Risiko Keparahan Covid-19

Studi dari Universitas Washington itu mengklaim bahwa obat yang dijual dengan merk Luvox itu bisa mengurangi risiko keparahan Covid-19

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Elfan Fajar Nugroho
AFP
Pengujian Covid-19 di Beijing, China. Baru-baru ini sebuah studi menyebut bahwa obat antidepresan bisa mengurangi risiko keparahan Covid-19. 

TRIBUNWOW.COM - Sebuah studi menguji obat antidepresan pada pasien Covid-19, dan hasilnya benar-benar menggembirakan. 

Studi dari Universitas Washington di St. Louis, Amerika Serikat itu mengklaim bahwa obat yang dijual dengan merk Luvox itu bisa mengurangi risiko keparahan Covid-19.

Kini, dilansir dari CNN, studi tersebut diketahui telah dipublikasikan di jurnal kesehatan The Lancet Global Health.

Baca juga: Pakar di FDA Sepakat Vaksin Covid-19 Bermanfaat untuk Anak Usia 5-11 Tahun, Simak Penjelasannya

Baca juga: Sejumlah Negara dengan Tingkat Vaksinasi Tinggi Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19, Ini Kata Kemenkes

Uji coba itu tidak hanya dilakukan kepada sedikit orang. 

Tercatat, pasien yang menjadi partisipan dalam studi tersebut adalah sekitar 750 orang. 

Penelitian ini dilakukan setelah melakukan analisis terhadap sekitar 1.500 orang di Brasil yang terbiasa menggunakan obat antidepresan itu. 

Orang-orang tersebut diketahui telah menggunakan obat yang dikenal sebagai fluvoxamine, cenderung tidak berkembang menjadi penyakit parah dan memerlukan rawat inap.

Obat antidepresan yang digunakan adalah inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI) yang paling sering digunakan untuk mengobati gangguan obsesif kompulsif (OCD) dan depresi.

"Tetapi itu dapat mempengaruhi peradangan," kata Dr. Angela Reiersen, seorang Profesor Psikiatri di Universitas Washington.

"Fluvoxamine dapat mengurangi produksi molekul inflamasi yang disebut sitokin, yang dapat dipicu oleh infeksi SARS-CoV-2," kata Reiersen dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Keduanya Wajib Dijalani, Satgas Covid-19 Jelaskan Perbedaan Isolasi Mandiri dan Karantina

Obat ini juga dapat mengurangi trombosit darah, yang dapat mempengaruhi efek pembekuan dari infeksi Virus Corona.

Reierson dan rekan kemudian memberi 741 sukarelawan dengan Covid-19 100 mg fluvoxamine dua kali sehari selama 10 hari sementara 756 sukarelawan mendapat plasebo.

Hal itu dilakukan untuk mengonfirmasi hasil analisis pada 1.500 orang di Brazil itu.

Hasilnya, di antara pasien yang mendapat fluvoxamine, 79 atau sekitar 11 persen membutuhkan perawatan di UGD atau kamar rumah sakit.

Itu merupakan sebuah penurunan dibandingkan dengan hampir 16 persen dari mereka yang diberi plasebo. 

Halaman
12
Tags:
Covid-19Virus CoronaObat AntidepresanAmerika Serikat
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved