Tanya Jawab Kesehatan
Benarkah Radang Usus Buntu Anak Harus Selalu Operasi? Simak Penjelasan Dokter Spesialis Bedah Anak
Radang usus buntu pada anak tak selalu berujung meja operasi, simak penjelasan dari Dokter Spesialis Bedah Anak dr. Andi Lestiono, SP. BA, FIAPS.
Penulis: Magang TribunWow
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Usus buntu pada anak tidak selalu langsung harus dioperasi, meski banyak orang tua mengira demikian.
Dalam beberapa kasus yang masih ringan, radang usus buntu bisa ditangani terlebih dahulu dengan obat tanpa tindakan pembedahan.
Kondisi ini biasanya terjadi bila usus buntu baru sampai derajat awal (grade 1–2), hanya berupa peradangan dan belum ada sumbatan.
Bila usus buntu sudah pecah (perforasi), tindakan operasi menjadi lebih sulit dan penanganannya juga lebih kompleks.
Baca juga: Apa Penyebab Utama Usus Buntu pada Anak? Simak Penjelasan Dokter Spesialis Bedah Anak
Pertanyaan:
Apakah radang usus buntu pada anak selalu wajib operasi?
Begini jawaban Dokter Spesialis Bedah Anak dr. Andi Lestiono, SP. BA, FIAPS dalam podcast kesehatan "Healthy Talk" dalam kanal YouTube Tribunnews.com.
Jawaban:
Radang usus buntu pada anak tidak selalu wajib ditangani dengan operasi segera.
Pada kasus yang masih ringan (grade 1–2) dan baru berupa peradangan tanpa sumbatan, usus buntu masih bisa ditangani dengan terapi nonoperatif menggunakan obat terlebih dahulu.
Pendekatan ini dapat dipilih jika belum ada tanda sumbatan di usus buntu dan kondisi anak masih stabil.
Namun, pemantauan tetap penting karena peradangan yang tidak membaik bisa berkembang menjadi lebih berat.
Jika keluhan nyeri perut terus muncul hilang timbul dalam beberapa minggu atau bulan, orang tua perlu waspada.
Kondisi seperti ini bisa menjadi sinyal bahwa radang usus buntu sudah tidak cukup diatasi dengan obat saja.
Ketika pemeriksaan menunjukkan adanya fekalit (kotoran yang menyumbat) atau peradangan yang berkepanjangan, risiko usus buntu pecah (perforasi) akan meningkat.