Tanya Jawab Kesehatan
Waspadai 2 Jenis Risiko Stroke, Ini Penjelasan Dokter Spesialis Neurologi
Dari faktor usia hingga gaya hidup, Dokter Spesialis Neurologi ungkap penyebab stroke bisa dicegah. Berikut penjelasannya.
Penulis: ElfanNugg
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Faktor risiko stroke pada banyak orang sering kali baru disadari setelah terjadi keluhan serius.
Padahal, ada faktor-faktor tertentu yang sejak awal sudah membuat seseorang lebih rentan terkena stroke, baik yang tidak bisa diubah maupun yang masih bisa dimodifikasi.
Faktor yang tidak dapat diubah misalnya usia yang makin bertambah, jenis kelamin, serta sedikit pengaruh keturunan dan ras tertentu.
Sementara itu, pola makan tinggi gula, hipertensi yang tidak terkontrol, kadar lemak jahat (LDL) yang tinggi.
Serta kebiasaan malas bergerak termasuk faktor risiko yang sebenarnya bisa dicegah atau dikendalikan.
Baca juga: Kenali Gejala Stroke dari Senyum Tak Simetris hingga Bicara Pelo, Ini Penjelasan Dokter Spesialis
Pertanyaan:
Apa saja faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke?
Begini jawaban Dokter Spesialis Neurologi, dr. Galuh Candrasari, Sp.N dalam podcast kesehatan "Healthy Talk" dalam kanal YouTube Tribunnews.com.
Jawaban:
Faktor risiko stroke secara umum terbagi menjadi dua kelompok, yaitu yang tidak bisa diubah dan yang bisa dimodifikasi.
Faktor yang tidak dapat dimodifikasi antara lain usia, karena makin bertambah usia maka risiko stroke ikut meningkat.
Jenis kelamin juga berpengaruh, di mana pria disebut memiliki risiko lebih tinggi pada sebagian kelompok.
Selain itu, ada pula faktor keturunan atau riwayat keluarga tertentu yang dapat sedikit meningkatkan risiko.
Beberapa literatur juga menyebut ras tertentu, misalnya kulit hitam, sebagai kelompok dengan risiko lebih tinggi.
Faktor-faktor ini tidak bisa dihilangkan, tetapi tetap penting diketahui agar seseorang lebih waspada terhadap stroke.