Virus Corona
India Laporkan Kasus Covid-19 Varian AY.4.2, Ini Sejumlah Negara yang Telah Diserang Delta Plus
India baru-baru ini melaporkan bahwa di negaranya telah terdeteksi adanya varian baru Covid-19 yang merupakan mutasi dari varian Delta yaitu AY.4.2.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - India baru-baru ini melaporkan bahwa di negaranya telah terdeteksi adanya varian baru Covid-19 yang merupakan mutasi dari varian Delta yaitu AY.4.2.
Setelah ditemukan di Inggris pada bulan lalu, kasus varian yang kerap disebut varian Delta Plus ini, kini juga sudah ada di sejumlah negara.
Adalah Menteri Kesehatan India, Mansukh Mandaviya yang mengatakan bahwa di India sudah terdapat kasus varian Delta Plus.
Baca juga: Keduanya Wajib Dijalani, Satgas Covid-19 Jelaskan Perbedaan Isolasi Mandiri dan Karantina
Baca juga: Masuk Musim Penghujan, Kenali Perbedaan Gejala Covid-19 dan Flu Musiman
Kini, dia menyebut, panel ahli pemerintah sedang menyelidiki mutasi varian Delta itu, yang diyakini telah memicu peningkatan kasus penyakit Covid-19 di Inggris.
"Sebuah tim sedang menyelidiki varian baru Covid-19 AY.4.2 Tim ICMR dan NCDC mempelajari dan menganalisis varian yang berbeda," kata Mandaviya kepada awak media, Selasa (26/10/2021), dikutip dari Hindustan Time.
Saat dia menyampaikan laporan tersebut, tercatat setidaknya telah ada 17 kasus yang terdapat di India dan tersebar di berbagai wilayah.
Kasus terbaru varian AY.4.2 yang dilaporkan di India adalah ketika dua kasus yang dicurigai diidentifikasi awal pekan ini dan sampel dikirim ke laboratorium di Bengaluru untuk pengurutan genom.
Inggris sendiri telah menetapkan varian tersebut sebagai varian yang sedang diselidiki setelah terdapat peningkatan kasus di sana.
Varian tersebut kini telah menyebabkan enam persen kasus di sana.
Meski belum mendominasi layaknya varian Delta dan Alpha, namun telah terjadi peningkatan yang signifikan dan sedang diselidiki apakah itu lebih menular atau sama menularnya dengan dua varian yang mendominasi di Inggris itu.
Matthew Bashton dan Darren Smith, dari Universitas Northumbria di Newcastle, Inggris mengatakan bahwa 75 garis keturunan AY dari Virus Corona telah diidentifikasi hingga sekarang, dan masing-masing mutasinya memiliki karakteristik yang berbeda.
Baca juga: Studi Sebut Covid-19 Bisa Serang Sel Endotel Otak, lalu Apa Dampaknya pada Pasien?
Keduanya mengatakan salah satu varian ini yaitu AY.4 terus tumbuh secara proporsional di Inggris selama beberapa bulan terakhir, terhitung 63 persen dari kasus baru dalam 28 hari terakhir.
AY.4.2 telah tumbuh dalam volume dan juga telah diamati di beberapa negara Eropa seperti Denmark, Jerman dan Irlandia.
Hingga 20 Oktober, AY.4.2 pertama kali terdeteksi pada bulan Juli - telah mempengaruhi lebih dari 15 ribu orang di Inggris.
Selain negara-negara di atas, negara yang baru-baru ini melaporkan kasus AY.4.2 adalah Rusia dan Israel.