Breaking News:

Pembunuhan di Subang

Yoris Akui Hampa Ditinggal Tuti dan Amalia, Sering ke Makam hingga Terus Doakan Korban Kasus Subang

Sudah lebih dari dua bulan kasus pembunuhan di Subang bergulir, tetapi Yoris masih sangat sedih dan sering kali merasa hampa, hingga datangi makam.

Tribun Jabar/Dwiki MV
Yoris (55) dan keluarga besar Tuti Suhartini saat memberikan pernyataan kepada wartawan di Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Senin (25/10/2021). Sudah lebih dari dua bulan kasus pembunuhan di Subang bergulir, tetapi Yoris masih sangat sedih dan sering kali merasa hampa, hingga datangi makam kedua korban. 

TRIBUNWOW.COM - Duka mendalam masih dirasakan oleh keluarga Tuti Suhartini (56) dan Amalia Mustika Ratu (23), dua korban pembunuhan di Subang, Jawa Barat.

Meskipun kasusnya sudah berjalan sejak 18 Agustus lalu, tetapi keluarga masih terus mengingat sosok ibu dan anak tersebut.

Beberapa anggota keluarga bahkan mengaku sempat didatangi kedua korban dalam mimpi, termasuk Yoris dan sang istri, Yanti Jubaedah.

Proses autopsi ulang jasad Tuti dan Amalia dilakukan satu bulan lebih seusai kedua korban dibunuh di kediaman mereka di Subang, Jawa Barat pada Agustus 2021 lalu.
Proses autopsi ulang jasad Tuti dan Amalia dilakukan satu bulan lebih seusai kedua korban dibunuh di kediaman mereka di Subang, Jawa Barat pada Agustus 2021 lalu. (Kolase YouTube tvOnenews dan youtube kompastv)

Baca juga: Ciri 2 Sosok yang Dilihat Danu sebelum Penemuan Korban Kasus Subang, Cocok dengan Mimpi Istri Yoris?

Baca juga: Kasus Subang Tak Kunjung Terungkap, Keluarga Korban Sebut Polisi Sudah Bekerja Keras: Tetap Percaya

Sebagai pihak yang ditinggalkan oleh ibu dan adik perempuannya, Yoris mengakui masih sangat sedih.

Meskipun kasus sudah berlalu selama lebih dari dua bulan, tetapi pria berusia 34 tahun itu masih suka merasakan adanya kehampaan dalam dirinya.

"Sampai sekarang tentunya masih terasa sangat sedih, serasa hampa kalau enggak ada mamah sama Amalia itu," ucap Yoris saat ditemui di Desa Jalancagak, Subang, Senin (25/10/2021), dikutip TribunWow.com dari TribunCirebon.com

Tak dipungkiri, kasus pembunuhan yang menewaskan Tuti dan Amalia menarik banyak perhatian masyarakat.

Keduanya tewas secara tidak wajar, seusai jasadnya ditemukan dalam kondisi tertumpuk di bagasi mobil Alphard yang terparkir di rumahnya di Desa Ciseuti, Kecamatan Jalancagak, Subang, Jawa Barat.

Yoris beberapa kali menggelar pengajian untuk mendoakan ibu dan adiknya.

Namun, ketika dirinya merasa merindukan sosok kedua korban, Yoris akan selalu mendatangi makam Tuti dan Amalia.

Diketahui kedua korban pembunuhan di Subang dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Istuning, Desa Jalancagak, Subang, Jawa Barat.

"Saya sering sekali datang ke makam bersama istri dan anak saya untuk mendoakan terus, paling begitu," katanya.

Terhitung sudah 69 hari kasus pembunuhan di Subang bergulir.

Selama itu pula kepolisian sudah mengupayakan yang terbaik untuk bisa mendapatkan petunjuk dan bukti yang mengarah pada pelaku.

Pemanggilan 54 saksi sudah dilakukan, termasuk beberapa saksi kunci yang bahkan bisa dipanggil puluhan kali, seperti Yosef, ayah Yoris dan Amalia sekaligus suami Tuti, yang sudah menghadiri penyelidikan tambahan sebanyak 14 kali.

Proses autopsi ulang kedua korban pembunuhan di Subang juga sudah digelar, meskipun hingga kini hasilnya belum diumumkan secara resmi oleh kepolisian.

Kendati demikian, diakui oleh Yoris selaku pihak keluarga Tuti dan Amalia, dirinya menyadari kerja keras yang dilakukan pihak berwenang untuk bisa mengungkap kasus Subang.

Anak laki-laki Tuti itu menyebut akan selalu mempercayakan segala proses penyelidikan kepada kepolisian.

"Polisi saya lihat sudah bekerja keras untuk mengungkap kasus. Saya tetap percayakan sepenuhnya kepada polisi," ucap Yoris.

Kuasa Hukum Yakin Yoris dan Danu Bukan Pelaku

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved