Breaking News:

Terkini Daerah

Bantah Aniaya Anjing hingga Tewas, Satpol PP Aceh Singkil Ungkap 6 Fakta dan Kronologi Versi Mereka

Video penangkapan anjing itu kemudian viral di media sosial dengan narasi bahwa pihak Satpol PP melakukan penganiayaan terhadap anjing tersebut. 

Serambinews.com/istimewa
Seekor anjing bernama Canon mati saat dievakuasi petugas Satpol PP di Pulau Banyak, Aceh Singkil, Sabtu (23/10/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Seekor anjing yang berada di Objek Wisata Pulau Panjang, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh diketahui mati setelah dipindahkan oleh petugas Satpol PP Kabupaten Aceh Singkil. 

Video penangkapan anjing itu kemudian viral di media sosial dengan narasi bahwa pihak Satpol PP melakukan penganiayaan terhadap anjing tersebut. 

Dalam video yang banyak beredar di media sosial, terlihat bahwa sejumlah Satpol PP yang mengenakan seragam mengelilingi anjing berwarna hitam yang diketahui bernama Canon.

Beberapa petugas Satpol PP dan HW Kabupaten Aceh Singkil tampak akan membawa anjing bernama Canon.
Beberapa petugas Satpol PP dan HW Kabupaten Aceh Singkil tampak akan membawa anjing bernama Canon. (Tangkapan layar unggahan video Instagram @rosayeoh)

Baca juga: Fakta Viral Anjing Canon Mati seusai Ditangkap Satpol PP, Kasatpol PP Aceh Singkil Beri Bantahan

Baca juga: Sentil Kapolda Aceh, Hotman Paris Kecam Video Viral Oknum Petugas Siksa Anjing Canon: Menjijikkan

Kemudian yang juga menjadi sorotan adalah cara Satpol PP tersebut dalam menangkap anjing tersebut. 

Sejumlah Satpol PP itu menggunakan batang pohon yang bercabang untuk menundukkan anjing yang terkesan memberontak dengan suaranya. 

Terlebih anjing itu dibawa dengan dikurung di dalam kotak yang diberi lakban dan ketika tiba di lokasi yang dituju anjing pun tewas.

Cerita itu pun dibagikan dan ramai di bahas Sejak Minggu (25/10/2021) malam di grup WhatsApp warga Aceh Singkil.

Terkait hal itu, Kepala Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Kabupaten Aceh Singkil, Ahmad Yani, membantah bila anggotanya disebut melakukan penganiayaan terhadap hewan peliharaan itu.

Dia kemudian menjelaskan kronologi dan sejumlah fakta yang didapat dari anggotanya, yaitu:

1. Bukan Penganiayaan tapi Evakuasi 

Ahmad menyebut bahwa itu bukanlah penganiayaan melainkan proses evakuasi untuk memindahkan anjing itu dari tempat wisata menuju lokasi lain. 

Baca juga: UPDATE Kasus Subang, Danu Akui Diendus Anjing Pelacak saat Olah TKP, Kini Jalani Tes Kebohongan

Bahkan, dia memastikan bahwa anggotanya tidak melakukan tindakan penganiayaan terhadap hewan peliharaan tersebut. 

"Tidak ada disiksa baik saat proses evakuasi maupun saat naik boat dari Pulau Banyak ke Singkil," kata Ahmad Yani, Minggu (24/10/2021), dikutip dari Serambinews.

2. Ada Permintaan Lembaga Adat dan Kecamatan

Selain itu Ahmad menyebut melakukan evakuasi terhadap anjing tersebut karena adanya laporan dari lembaga adat di sana. 

Menurut Ahmad, evakuasi tersebut juga merupakan tindakan terakhir yang dilakukan oleh Satpol PP

Dia menyebut bahwa di sana sudah diberi peringatan untuk tidak membawa hewan peliharaan ke lokasi wisata. 

Peringatan itu bahkan disebut sudah ada dari tahun 2019 lalu.

"Kedatangan Satpol PP atas permintaan pihak kecamatan, karena imbauan surat camat dan kesepakatan adat tidak diindahkan," tukas Ahmad Yani.

Surat camat tersebut didasarkan pada surat Gubernur Aceh Nomor 556/2266 tertanggal 12 Februari 2019 perihal pelaksanaan Wisata Halal di Aceh.

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved