Breaking News:

Terkini Internasional

Ibadah Salat Jumat Kembali Digelar di Iran setelah 20 Bulan Dilarang karena Pandemi Covid-19

Iran kembali mengizinkan ibadah salat Jumat setelah dilarang selama hampir dua tahun karena pandemi Covid-19, dengan tetap jaga jarak dan wajib masker

Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Mohamad Yoenus
YouTube/Ruptly
Ibadah salat Jumat kembali digelar di Iran seusai dilarang selama 20 bulan, dengan tetap mewajibkan jaga jarak dan pemakaian masker, Jumat (22/10/2021). 

TRIBUNWOW.COMIran kembali mengizinkan ibadah salat Jumat setelah sempat dilarang selama hampir dua tahun karena pandemi Covid-19, Jumat (22/10/2021).

Dilansir dari Reuters, televisi pemerintah melaporkan salat Jumat dilakukan di Universitas Teheran, ketika pihak berwenang memperingatkan gelombang keenam Covid-19, yang sudah merenggut 124.928 nyawa di Iran dan menginfeksi lebih dari 5,8 juta penduduk hingga saat ini.

Namun, dalam pelaksanaannya, para jemaah masih harus memperhatikan protokol Covid-19, termasuk pemberlakuan jaga jarak dan wajib memakai masker selama salat Jumat.

Televisi pemerintah melaporkan salat Jumat dilakukan di Universitas Teheran Iran.
Televisi pemerintah melaporkan salat Jumat dilakukan di Universitas Teheran Iran. (YouTube/Ruptly)

Baca juga: Bom Kembali Meledak di Masjid Syiah Afghanistan saat Salat Jumat, 15 Orang Tewas dan 31 Terluka

Baca juga: Kelompok Syiah Afghanistan Putus Asa, ISIS-K Klaim Bom Bunuh Diri di Masjid Kunduz saat Salat Jumat

“Hari ini adalah hari yang sangat manis bagi kami. Kami berterima kasih kepada Yang Mahakuasa karena telah memberi kami kembali salat Jumat setelah periode pembatasan dan kekurangan,” kata imam salat Jumat sementara Teheran yang memimpin khutbah, Mohammad Javad Haj Ali Akbari.

Sebagian besar jemaah membawa sajadah dan batu tanah liat mereka sendiri yang digunakan untuk sujud, menurut laporan televisi pemerintah.

Beberapa kota di Iran lainnya, juga disebutkan telah menggelar ibadah salat Jumat setelah dilarang selama 20 bulan.

Di sisi lain, sekolah dengan kurang dari 300 siswa juga sudah dibuka kembali pada Sabtu (16/10/2021).

Juru bicara Kementerian Pendidikan Iran, Alireza Kamarei, mengatakan untuk sekolah dengan lebih dari 300 siswa baru akan dibuka pada 6 November mendatang.

Pemberlakuan jarak sosial juga akan tetap diwajibkan, setidaknya satu setengah meter.

Tetapi, menurut Alireza Kamarei, siswa dan guru tidak harus sudah divaksinasi untuk bisa hadir di sekolah.

Dia mengatakan 85 persen dari guru negara dan 68 persen siswa, sejauh ini telah diinokulasi dan ruang kelas memiliki ventilasi yang baik.

Pemerintah Iran menyebutkan ada lebih dari 28,2 juta warga yang telah menerima dosis kedua vaksin virus corona hingga saat ini.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Memburuk, Putin Kaget Banyak Warga Rusia Tak Mau Vaksin hingga Liburkan Pekerja

Baca juga: Dianggap Mirip Perang Dunia, Pandemi Virus Covid-19 Kurangi Harapan Hidup Jadi Lebih Pendek

Menteri Kesehatan Bahram Einollah, memaparkan awal pekan ini, bahwa Iran akan menghadapi gelombang keenam virus corona pada minggu depan.

Peringatan itu datang bahkan ketika negara itu telah mempercepat upaya vaksinasinya.

Iran menjadi negara Timur Tengah yang paling terpukul oleh pandemi Covid-19, dan secara bertahap telah menutup masjid seusai ditemukan kasus pertama virus corona pada Februari 2020, dikutip dari AFP, Jumat (22/10/2021).

Beberapa masjid kemudian diizinkan untuk dibuka kembali, tetapi hanya di daerah di mana kasus positif yang dilaporkan lebih rendah.

Sebelumnya, salat Jumat diadakan di luar ruangan, termasuk di halaman masjid di Teheran dan kota-kota besar lainnya.

Jumlah jemaah juga sangat dibatasi saat itu.

Iran telah mencatat hampir 125.000 kematian dari lebih dari 5,85 juta kasus infeksi, menurut angka resmi terbaru.

Dalam beberapa pekan terakhir, jumlah kasus nasional mulai menurun, setelah mencapai puncaknya pada Agustus lalu, selama apa yang oleh para pejabat disebut sebagai "gelombang kelima".

Lebih dari 50 juta orang telah menerima dosis pertama vaksin Covid-19, dan 28 juta lainnya telah divaksinasi penuh, dari total populasi di Iran yang mencapai 83 juta penduduk. (TribunWow.com/Alma Dyani P)

Berita terkait Iran lain

ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved