Breaking News:

Konflik di Afghanistan

Kelompok Syiah Afghanistan Putus Asa, ISIS-K Klaim Bom Bunuh Diri di Masjid Kunduz saat Salat Jumat

Pejabat setempat melaporkan bom bunuh diri di sebuah masjid yang dipenuhi jemaah Muslim Syiah saat salat Jumat, ISIS-K mengklaim bertanggung jawab.

YouTube/BBC News
Serangan seorang pembom bunuh diri ISIS-Khorasan atau ISIS-K, telah menewaskan sedikitnya 46 orang dan melukai puluhan lainnya. Pejabat setempat melaporkan bom bunuh diri di sebuah masjid yang dipenuhi jemaah Muslim Syiah saat salat Jumat, ISIS-K mengklaim bertanggung jawab dan membuat kelompok minoritas khawatir pada Jumat (8/10/2021). 

TRIBUNWOW.COM – Pejabat setempat melaporkan serangan bom bunuh diri di sebuah masjid yang dipenuhi jemaah Muslim Syiah saat salat Jumat di Kota Kunduz, Afghanistan pada Jumat (8/10/2021).

Seorang Muslim Syiah, Shuja, menguburkan jasad saudara laki-lakinya berusia 12 tahun, Shaia, yang ikut menjadi korban bom bunuh diri saat salat di Masjid Gozar-e Sayed di Kunduz, bersama tiga anggota keluarganya yang lain.

"Kata-kata tidak bisa menjelaskan emosi di hatiku,” kata Shuja, dikutip dari AFP.

Dilaporkan kelompok afiliasi ISIS, ISIS-K, mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri tersebut.
Dilaporkan kelompok afiliasi ISIS, ISIS-K, mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri tersebut. (YouTube/BBC News)

Baca juga: Larangan Taliban Buat Harga Opium Melonjak, Pedagang di Afghanistan: Haram tapi Tak Ada Pilihan Lain

Baca juga: Ratusan Warga Padati Kantor Paspor Afghanistan seusai Diumumkan akan Segera Dibuka Lagi oleh Taliban

Kelompok afiliasi ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut melalui saluran Telegramnya.

Itu menjadi serangkaian serangan terbaru terhadap kelompok minoritas Syiah di Afghanistan yang dianggap bertentangan dengan ekstremis Muslim Sunni, seperti kelompok Negara Islam-Khorasan (ISIS-K).

"Kami memiliki empat martir dari satu keluarga. Sekarang setiap rumah memiliki martir," kata Shuja.

"Kami tidak tahan lagi. Kami telah hidup selama bertahun-tahun dengan kesengsaraan ini."

Ahmadshah Hashemy, sepupu Shaia yang berusia 12 tahun, mengatakan bahwa dia merasa sangat tidak aman.

"Ini adalah bencana bagi rakyat kami, terutama bagi kelompok Syiah yang menjadi sasaran di bawah pemerintahan yang berbeda," katanya di pemakaman Sar-e Dawara.

Sekitar 60 korban dimakamkan sesegera mungkin di sana pada Sabtu (9/10/2021).

Taliban menjanjikan keamanan yang lebih baik untuk semua warga Afghanistan setelah mereka berkuasa pada Agustus.

Hashemy mengatakan dia pikir perubahan baru-baru ini dalam pemerintahan akan membawa keamanan bagi komunitas Syiahnya.

"Namun sayangnya, kami melihat serangan bunuh diri besar ini terjadi dan menargetkan orang-orang miskin kami, generasi muda kami yang tidak terlibat dalam situasi politik apa pun," katanya.

"Mereka hanya orang miskin, mereka hanya warga sipil."

Dilansir dari AP News, serangan seorang pembom bunuh diri ISIS-Khorasan atau ISIS-K, telah menewaskan sedikitnya 46 orang dan melukai puluhan lainnya

Kantor berita Aamag yang terkait dengan Negara Islam di Provinsi Khorasan itu, menyatakan mengidentifikasi pengebom sebagai Muslim Uighur dan menargetkan kelompok Syiah serta Taliban dalam serangannya.

Itu karena keduanya telah memilih untuk mengusir orang Uighur guna memenuhi tuntutan China.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis di Telegram, ISIS-K mengatakan seorang pembom bunuh diri dari kelompoknya telah meledakkan rompi peledak di tengah kerumunan, dikutip dari BBC, Sabtu (9/10/2021).

Rekaman video menunjukkan mayat-mayat dikelilingi oleh puing-puing di dalam Masjid Gozar-e-Sayed Abad.

Ada laporan yang saling bertentangan tentang jumlah korban.

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved