Breaking News:

Konflik di Afghanistan

Bom Kembali Meledak di Masjid Syiah Afghanistan saat Salat Jumat, 15 Orang Tewas dan 31 Terluka

Bom kembali meledak di masjid Syiah Afghanistan saat salat Jumat, setidaknya 15 orang tewas dan 31 lainnya terluka. Jumlah korban masih bisa bertambah

AFP/Javed Tanveer
Bom mematikan meledak di sebuah masjid Syiah di Kota Kandahar, Afghanistan selatan pada Jumat (15/10/2021). Bom kembali meledak di masjid Syiah Afghanistan saat salat Jumat, setidaknya 15 orang tewas dan 31 lainnya terluka. Jumlah korban masih bisa bertambah 

TRIBUNWOW.COM – Bom mematikan meledak di sebuah masjid Syiah di Kota Kandahar, Afghanistan selatan pada Jumat (15/10/2021).

Dilansir dari Reuters, pejabat setempat melaporkan sedikitnya lima belas orang tewas dan 31 lainnya terluka.

Jumlah korban berkemungkinan bertambah, terlebih lagi karena ledakan bom terjadi saat pelaksanaan ibadah salat Jumat.

Bom mematikan meledak di sebuah masjid Syiah di Kota Kandahar, Afghanistan selatan pada Jumat (15/10/2021).
Bom mematikan meledak di sebuah masjid Syiah di Kota Kandahar, Afghanistan selatan pada Jumat (15/10/2021). (AFP)

Baca juga: Kelompok Syiah Afghanistan Putus Asa, ISIS-K Klaim Bom Bunuh Diri di Masjid Kunduz saat Salat Jumat

Baca juga: Larangan Taliban Buat Harga Opium Melonjak, Pedagang di Afghanistan: Haram tapi Tak Ada Pilihan Lain

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri pemerintahan Taliban, Qari Saeed Khosti, mengatakan pihak berwenang sedang mengumpulkan rincian ledakan.

Foto-foto dan rekaman ponsel yang diunggah oleh wartawan di media sosial menunjukkan banyak korban tewas atau pun terluka parah bergelimpangan di lantai masjid.

Seorang pejabat kesehatan mengatakan 15 orang tewas dan 31 lainnya yang terluka telah dibawa ke rumah sakit di Kota Mirwais.

Pasukan khusus Taliban segera tiba untuk mengamankan lokasi tersebut dan meminta warga untuk mendonorkan darah bagi korban yang terluka.

Dilansir dari Al Jazeera, ledakan itu terjadi di masjid Bibi Fatima, masjid terbesar bagi jamaah Syiah di Kota Kandahar.

"Kami sedih mengetahui bahwa sebuah ledakan terjadi di sebuah masjid persaudaraan Syiah di distrik pertama Kota Kandahar di mana sejumlah rekan kami menjadi martir dan terluka,” kata Qari Saeed Khosti melalui akun Twitternya.

Khosti juga mengatakan pasukan khusus Taliban mendatangi daerah itu untuk menentukan sifat insiden serta membawa para pelaku ke pengadilan.

Nematullah Wafa, mantan anggota dewan provinsi, mengatakan sedikitnya tujuh orang tewas dan 13 orang terluka telah dibawa dari lokasi ledakan.

Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom tersebut.

Baca juga: Laporan Rahasia Terungkap, Bank Sentral Afghanistan Sudah Kehabisan Uang sebelum Kemenangan Taliban

Baca juga: Taliban Berencana Adopsi Konstitusi Milik Raja Zahir Shah, Afghanistan akan Pakai Sistem Kerajaan

Insiden itu terjadi seminggu setelah puluhan orang tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka ketika sebuah masjid di provinsi utara Kunduz menjadi sasaran pengeboman yang diklaim oleh ISIS-K.

Saat itu, dalam sebuah pernyataan yang dirilis di Telegram, ISIS-K mengatakan seorang pembom bunuh diri dari kelompoknya telah meledakkan rompi peledak di tengah kerumunan saat salat Jumat.

Rekaman video menunjukkan mayat-mayat dikelilingi oleh puing-puing di dalam Masjid Gozar-e-Sayed Abad, Kunduz.

PBB sempat mengatakan pemboman di Kunduz adalah serangan mematikan ketiga minggu lalu yang tampaknya menargetkan sebuah lembaga keagamaan.

ISIS-K juga sempat mengklaim pemboman yang menargetkan bandara Kabul pada Agustus lalu.

Kelompok itu juga telah berulang kali menargetkan kelompok minoritas Syiah Afghanistan di masa lalu.

Dalam beberapa pekan terakhir, ISIS juga meningkatkan kampanye serangan terhadap Taliban.

ISIS pernah menargetkan upacara pemakaman yang dihadiri oleh sejumlah pemimpin senior Taliban di Kabul pada Minggu (3/10/2021).

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved