Breaking News:

Konflik di Afghanistan

Laporan Rahasia Terungkap, Bank Sentral Afghanistan Sudah Kehabisan Uang sebelum Kemenangan Taliban

Afghanistan alami krisis uang tunai yang ternyata diungkap sebuah laporan rahasia, sudah terjadi sebelum pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban.

AFP/Aamir Qureshi
Tentara Taliban di Afghanistan. Afghanistan alami krisis uang tunai yang ternyata diungkap sebuah laporan rahasia, sudah terjadi sebelum pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban pada Rabu (29/9/2021). 

TRIBUNWOW.COM – Sebuah dokumen rahasia mengungkapkan bank sentral Afghanistan telah kehabisan sebagian besar cadangan uang dolar Amerika Serikat (AS), beberapa minggu sebelum pengambilalihan oleh Taliban.

Laporan singkat dua halaman itu disiapkan untuk donor internasional Afghanistan, dilansir dari Reuters pada Rabu (29/9/2021).

Pejabat senior ekonomi internasional menulis laporan itu pada awal September untuk lembaga-lembaga, termasuk Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF).

Warga Afghanistan yang berkerumun di depan bank untuk mengambil uang tunai.
Warga Afghanistan yang berkerumun di depan bank untuk mengambil uang tunai. (YouTube/Al Jazeera English)

Baca juga: Taliban Berencana Adopsi Konstitusi Milik Raja Zahir Shah, Afghanistan akan Pakai Sistem Kerajaan

Baca juga: Larangan Cukur Janggut di Afghanistan Mulai Berlaku, Taliban Ancam Beri Hukuman Bagi Pelanggar

Laporan itu menyatakan kekurangan uang tunai parah sudah dimulai di Afghanistan sebelum Taliban menguasai ibu kota Kabul pada 15 Agustus lalu.

"Cadangan FX (valas) di brankas CB (bank sentral) di Kabul telah habis, CB tidak dapat memenuhi permintaan uang tunai," kata laporan itu.

Laporan rahasia itu mengkritik bagaimana kepemimpinan bank sentral Afghanistan menangani krisis sepanjang tahun sebelum penaklukan oleh Taliban.

Diketahui, bank sentral Afghanistan sempat melelang sejumlah besar dolar AS dan memindahkan uang dari Kabul ke cabang-cabangnya di provinsi.

"Sumber masalah terbesar adalah salah urus di bank sentral sebelum pengambilalihan Taliban," tambah laporan itu.

Ketua Komite Audit Bank Sentral, Shah Mehrabi, membela tindakan bank sentral tersebut dengan mengatakan pihaknya berusaha mencegah larinya mata uang lokal Afghanistan.

Shah Mehrabi membantu mengawasi bank sentral sebelum Taliban mengambil alih dan saat ini masih menjabat.

Tingkat kekurangan uang tunai dapat dilihat di jalanan kota-kota Afghanistan.

Orang-orang telah mengantre berjam-jam untuk menarik tabungan dolar di tengah batasan ketat tentang berapa banyak uang yang dapat mereka ambil.

Bahkan sebelum pemerintahan yang didukung Barat runtuh, ekonomi Afghanistan sedang berjuang,

Tetapi krisis besar muncul setelah kembalinya Taliban dan berakhirnya bantuan asing miliaran dolar.

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved