Breaking News:

Virus Corona

3 Negara Hentikan Pemberian Vaksin Covid-19 Moderna pada Usia Muda, Simak Alasannya

Hal itu disebut dikarenakan oleh adanya risiko efek samping langka yang menyerang kardiovaskular pada orang dengan usia muda. 

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
YouTube/BBC News
Ilustrasi Vaksin Virus Covid-19. Vaksin Covid-19 Moderna disebut memiliki risiko peradangan otot jantung pada usia yang lebih muda. 

TRIBUNWOW.COM - Sejumlah negara di antaranya adalah Finlandia, Swedia, dan Denmark memutuskan untuk menghentikan penggunaan vaksin Covid-19 Moderna yang sedang berjalan. 

Hal itu disebut dikarenakan oleh adanya risiko efek samping langka yang menyerang kardiovaskular pada orang dengan usia muda. 

Dilansir dari Deseret News, disebutkan bahwa Swedia telah menghentikan penggunaan untuk mereka yang lahir tahun 1991 dan di atasnya. 

Baca juga: Bukan Hanya Efek Vaksin Covid-19, Perubahan Siklus Menstruasi Juga Masuk Daftar Gejala Long Covid

Baca juga: Efektif untuk Pasien Isolasi Mandiri, Ini Kata Pakar soal Manfaat Molnupiravir untuk Covid-19 Parah

Sedangkan untuk Finlandia dan Denmark menghentikan penggunaannya untuk usia 18 tahun dan di bawahnya. 

Pihak otoritas Swedia mengonfirmasi alasan penghentian tersebut karena adanya data baru-baru ini yang menunjukkan peningkatan miokarditis atau radang otot jantung, dan perikarditis, yaitu radang perikardium, bagi mereka yang menerima vaksin Moderna Covid-19.

“Hubungannya sangat jelas ketika menyangkut vaksin Spikevax Moderna, terutama setelah dosis kedua,” kata badan kesehatan Swedia dalam sebuah pernyataan.

Namun, pihak mereka juga masih menyebut bahwa risikonya masih sangat kecil. 

Beberapa laporan memang menyatakan bahwa miokarditis bisa menjadi efek samping dari vaksin Covid-19, namun sejumlah pihak masih menyebut risiko itu tidak lebih berbahaya dibanding dengan risiko jika terserang Covid-19.

Penghentian pemberian vaksin itu dilakukan secara berturut-turut yang dimulai oleh Denmark yang memberikan pengumuman pada Rabu (6/10/2021). 

Dan diikuti oleh dua negara lainnya yang memberikan pengumuman pada satu hari setelahnya. 

Baca juga: WHO Terbitkan Definisi Klinis dari Long Covid, Sebut 3 Gejala yang Paling Sering Terjadi

Semua yang tidak mendapatkan vaksin Moderna akan ditawari vaksin Pfizer-BioNTech sebagai gantinya.

Pihak otoritas kesehatan Finlandia (THL), Mika Salminen, mengatakan kemungkinan risiko yang ditimbulkan oleh vaksin Moderna tampaknya lebih tinggi untuk individu pria yang lebih muda.

“Instruksi THL adalah bahwa vaksin Moderna tidak boleh diberikan kepada pria dan anak laki-laki di bawah usia 30 untuk saat ini, tetapi vaksin Pfizer harus digunakan sebagai gantinya,” katanya, dikutip dari CNBC.

Untuk diketahui Finlandia juga telah memberikan vaksinasi Covid-19 kepada semua orang yang berusia di atas 12 tahun.

Dari populasi yang memenuhi syarat untuk vaksinasi di Finlandia, 84 persen telah menerima dosis pertama dan 72 persen telah menerima dua dosis.

Badan kesehatan Swedia, sementara itu, mengatakan data menunjukkan bahwa contoh miokarditis dan perikarditis lebih tinggi di antara orang muda yang telah diimunisasi.

Manfaat dan Risiko

Pihak pengembang vaksin Moderna juga turut memberikan tanggapan terhadap penghentian vaksin mereka di sejumlah negara. 

Kepada Reuters, juru bicara vaksin Moderna menyampaikan bahwa risiko tersebut sangat langka dan manfaatnya untuk melindungi dari Covid-19 masih lebih besar. 

"Risiko miokarditis meningkat secara substansial bagi mereka yang tertular Covid-19, dan vaksinasi adalah cara terbaik untuk melindunginya," tambah juru bicara itu.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved