Breaking News:

Virus Corona

Efektif untuk Pasien Isolasi Mandiri, Ini Kata Pakar soal Manfaat Molnupiravir untuk Covid-19 Parah

Namun kabarnya obat tersebut tidak efektif untuk pasien bergejala berat atau pasien yang sudah mengalami sakit parah karena Covid-19. 

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
Kompas TV
Ilustrasi obat Molnupiravir. Pakar dari Indonesia menyambut baik obat oral pertama untuk terapi Covid-19. 

TRIBUNWOW.COM - Molnupiravir yang dikembangkan oleh Perusahaan Farmasi Merck bakal menjadi obat Covid-19 pertama berbentuk pil yang akan dikonsumsi secara oral. 

Namun kabarnya, obat tersebut tidak efektif untuk pasien bergejala berat atau pasien yang sudah mengalami sakit parah karena Covid-19

Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tanggap Covid-19, Zubairi Djoerban, menjelaskan memang obat memiliki jenis dan karakteristik berbeda meski digunakan untuk menyembuhkan satu jenis penyakit.

Baca juga: WHO Terbitkan Definisi Klinis dari Long Covid, Sebut 3 Gejala yang Paling Sering Terjadi

Baca juga: Ahli Peringatkan Masalah Jantung bagi Penyintas Covid-19, Bisa Terjadi pada Anak

"Jadi ada beberapa obat yang manfaatnya tertentu, jadi misalnya dexamethasone itu amat perlu jika pasiennya memakai oksigen, kemudian, plasama kovalesen dulu kita ribut banget manfaat banyak banget, mungkin sekarang manfaatnya masih ada sedikit untuk yang ringan, yang berat sama sekali enggak ada gunanya," katanya dalam tayangan di Youtube Kompas TV pada Minggu (3/10/2021).

Hal itu termasuk juga Molnupiravir yang efektif untuk pasien Covid-19 bergejala ringan dan sedang.

Namun, dijelaskan juga bahwa obat ini masih bermanfaat untuk pasien yang memiliki risiko tinggi mengalami keparahan akibat Covid-19.

Misalnya seperti lansia, dan orang yang memiliki komorbid namun belum menjadi parah atau belum dirawat di rumah sakit.

"Untuk yang obat baru ini juga demikian, berguna untuk yang ringan-sedang, mencegah supaya tidak dirawat di rumah sakit, dan untuk mencegah kematian," katanya. 

Seperti diketahui, Perusahaan Farmasi Merck telah menyampaikan hasil awal uji klinis tahap tiga dari Molnupiravir. 

Di sana dijelaskan bahwa obat tersebut efektif dengan presentase 50 persen mengurangi risiko rawat inap dan kematian. 

Baca juga: Gejala Kelelahan setelah Isolasi Mandiri Covid-19 Disebut Bikin Stres, Bagaimana Rasanya?

Dengan hasil awal itu, Merck diminta untuk mengajukan izin penggunaan darurat karena dirasa hasil itu sangat bagus dan terlihat menjanjikan.

Kini, Merck tinggak menunggu keputusan FDA terkait izin darurat penggunaan obat oral itu sembari tetap menjalankan uji klinis tahap akhirnya.

FDA sendiri berjanji akan bergerak cepat dalam mengkaji permohonan tersebut.

"Setelah uji klinik ini sudah disetop dan akan dipublikasi, kemudian biasanya kita para dokter dan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) akan melihat dulu bagaimana hasil publikasinya apakah hasil-hasilnya bagus, perhitungan statusnya dan yang lain," katanya.

Disebutkan hingga kini banyak perusahaan yang mengembangkan obat untuk Covid-19 dan seluruhnya harus dikaji dahulu oleh para pakar sebelum bisa digunakan di Indonesia.

Namun, menurutnya yang spesial dari Molnupiravir adalah karena obat tersebut merupakan obat oral pertama untuk Covid-19.

Dia juga berusaha menjelaskan cara kerja obat Molnupiravir ini secara sederhana.

"Covid-19 ini memang ada bermacam-macam upaya obat itu ya, jadi ada yang khusus untuk tatalaksana virusnya ada juga untuk mengurangi komplikasinya, dalam hal obat yang baru ini langsung bertujuan terhadap virusnya, dan ini istimewanya dalam bentuk pil," katanya.

Dia menyebut, sebelumnya obat Molnupiravir ini dirancang bukan untuk Covid-19 dan diketahui ditujukkan untuk virus RNA.

Namun sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa Molnupiravir bermanfaat jika digunakan untuk virus lain termasuk Corona yang bisa menyebabkan Covid-19. 

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved