Virus Corona
Long Covid pada Anak Bisa Bertahan hingga 3 Bulan, Kenali Risiko dan Gejala yang Sering Terjadi
Sebuah studi menyebut bahwa anak-anak, bahkan ketika tidak ada masalah organ, long Covid bisa diderita selama sekitar tiga bulan.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
Dalam survei tersebut juga diketahui jika rata-rata mengalami 15 minggu setelah tes mereka.
Sekitar 30 persen dari mereka dalam kelompok positif melaporkan memiliki setidaknya tiga atau lebih gejala setelah waktu itu.
Sedangkan pada kelompok negatif terdapat 16 persen yang menyatakan mengalami tiga gejala atau lebih.
Perbedaan antara kedua kelompok menunjukkan gejala sekitar satu dari tujuh anak dalam kelompok positif dapat dikaitkan dengan Covid.
Gejala yang paling umum termasuk kelelahan yang tidak biasa dan sakit kepala.
"Perbedaan antara kelompok positif dan negatif lebih besar jika kita melihat beberapa gejala, dengan mereka yang memiliki tes positif dua kali, lebih mungkin melaporkan tiga atau lebih gejala 15 minggu kemudian," kata penulis utama studi tersebut.
Jika digeneralisasi di luar data yang ada ke semua orang dalam kelompok usia 11-17 yang dites positif antara September dan Maret di Inggris angkanya bisa cukup besar.
Angka akan menunjukkan bahwa 32 ribu orang muda mungkin memiliki tiga atau lebih gejala yang terkait dengan infeksi Covid-19 setelah 15 minggu.
Para peneliti tidak menemukan perbedaan dalam kesehatan mental dan skor kesejahteraan antara anak-anak yang dites positif atau negatif.
Namun, empat dari 10 peserta terlepas dari apakah mereka dites positif atau negatif mengatakan mereka khawatir, sedih atau tidak bahagia, yang mungkin mencerminkan kecemasan umum seputar pandemi.
Temuan tersebut mirip dengan laporan Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS), yang mencerminkan perkiraan pasien long Covid.
Angka ONS menunjukkan bahwa sekitar 31 ribu orang dalam kelompok usia 11-17 telah mengalami long Covid.
Ini menjadi salah satu alasan jika hasil studi tersebut bisa menjadi pertimbangan.
Meski studi ini banyak dikritik karena mengambil sampel anak-anak yang baru dites Covid-19 bukan melalui pasien Covid-19 yang sudah terdata. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)