Breaking News:

Virus Corona

Long Covid pada Anak Bisa Bertahan hingga 3 Bulan, Kenali Risiko dan Gejala yang Sering Terjadi

Sebuah studi menyebut bahwa anak-anak, bahkan ketika tidak ada masalah organ, long Covid bisa diderita selama sekitar tiga bulan. 

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
Tribun Lampung/Deni Saputra
Foto ilustrasi saat siswa mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di UPT SD Negeri 2 Rajabasa, Rajabasa, Lampung Senin (13/9/2021). Berdasarkan penelitian, anak-anak yang mengalami gejala ringan Virus Corona juga bisa mengalami long Covid. 

TRIBUNWOW.COM - Telah dikonfirmasi bahwa anak-anak tidak lepas dari risiko long Covid sama halnya seperti orang tua. 

Sebuah studi menyebut bahwa anak-anak, bahkan ketika tidak ada masalah organ, long Covid bisa diderita selama sekitar tiga bulan. 

Dilansir dari Healthline, studi tersebut dilakukan oleh para peneliti yang berbasis di Australia dengan menganalisis 14 studi internasional yang melibatkan 19.426 anak-anak dan remaja yang melaporkan gejala long Covid setelah sebelumnya terkonfirmasi Covid-19.

Baca juga: Gejala Kelelahan setelah Isolasi Mandiri Covid-19 Disebut Bikin Stres, Bagaimana Rasanya?

Baca juga: Bisa Terjadi saat Isolasi Mandiri, Studi Ungkap Penyebab Gejala Ruam di Kaki pada Pasien Covid-19

Studi tersebut sudah dipublikasi pada bulan September di jurnal Melbourne's Murdoch Children's Research Institute (MCRI).

Dalam penelitian itu dikatakan bahwa, kasus long Covid pada anak lebih jarang terjadi jika dibandingkan kasus total dengan sekitar 30 persen mengalami long Covid. 

Selain itu, penderita long Covid yang hingga membuat anak-anak kesulitan menjalani aktivitas hariannya juga lebih jarang lagi. 

Dalam kasus ini, mereka menemukan bahwa gejala yang paling umum dilaporkan adalah sakit kepala kambuhan, kelelahan, gangguan tidur, kesulitan konsentrasi, dan sakit perut.

Sebuah tinjauan terpisah dari MCRI menyimpulkan bahwa sebagian besar anak-anak dan remaja dengan Covid-19 hanya sedikit terpengaruh oleh penyakit tersebut, beberapa tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Ketika anak-anak mengalami gejala, mereka biasanya akan mengalami gejala ringan dengan demam, batuk, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau berair, bersin, nyeri otot, dan kelelahan.

“Penyakit Covid-19 yang parah pada anak-anak dan remaja sangat jarang, dan sangat jarang menyebabkan kematian,” tulis para penulis.

Baca juga: Dinyatakan Aman dan Bermanfaat, Anak Usia 5-11 Tahun akan Segera Bisa Mendapat Vaksin Covid-19

Anak-anak yang mengalami Covid-19 parah biasanya yang memiliki komorbid seperti obesitas, penyakit kardiovaskular, dan gangguan kekebalan memiliki risiko hingga 25 kali lipat lebih besar terkena Covid-19 parah.

Sedangkan, dilansir dari The Guardian, analisis yang dipimpin oleh peneliti University College London dan Public Health England, mengatakan bahkan long Covid pada anak juga harus menjadi perhatian.

Mereka melakukan survei pada hampir 7.000 anak berusia 11 hingga 17 tahun yang menjalani tes PCR antara Januari dan Maret 2021.

Dari jumlah tersebut, 3.065 dinyatakan positif dan 3.739 dinyatakan negatif dan dijadikan kelompok kontrol. 

Banyak anak di kedua kelompok melaporkan setidaknya satu gejala yang terkait dengan Covid-19.

Dalam survei tersebut juga diketahui jika rata-rata mengalami 15 minggu setelah tes mereka. 

Sekitar 30 persen dari mereka dalam kelompok positif melaporkan memiliki setidaknya tiga atau lebih gejala setelah waktu itu.

Sedangkan pada kelompok negatif terdapat 16 persen yang menyatakan mengalami tiga gejala atau lebih. 

Perbedaan antara kedua kelompok menunjukkan gejala sekitar satu dari tujuh anak dalam kelompok positif dapat dikaitkan dengan Covid.

Gejala yang paling umum termasuk kelelahan yang tidak biasa dan sakit kepala.

"Perbedaan antara kelompok positif dan negatif lebih besar jika kita melihat beberapa gejala, dengan mereka yang memiliki tes positif dua kali, lebih mungkin melaporkan tiga atau lebih gejala 15 minggu kemudian," kata penulis utama studi tersebut.

Jika digeneralisasi di luar data yang ada ke semua orang dalam kelompok usia 11-17 yang dites positif antara September dan Maret di Inggris angkanya bisa cukup besar.

Angka akan menunjukkan bahwa 32 ribu orang muda mungkin memiliki tiga atau lebih gejala yang terkait dengan infeksi Covid-19 setelah 15 minggu.

Para peneliti tidak menemukan perbedaan dalam kesehatan mental dan skor kesejahteraan antara anak-anak yang dites positif atau negatif.

Namun, empat dari 10 peserta terlepas dari apakah mereka dites positif atau negatif mengatakan mereka khawatir, sedih atau tidak bahagia, yang mungkin mencerminkan kecemasan umum seputar pandemi.

Temuan tersebut mirip dengan laporan Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS), yang mencerminkan perkiraan pasien long Covid.

Angka ONS menunjukkan bahwa sekitar 31 ribu orang dalam kelompok usia 11-17 telah mengalami long Covid. 

Ini menjadi salah satu alasan jika hasil studi tersebut bisa menjadi pertimbangan. 

Meski studi ini banyak dikritik karena mengambil sampel anak-anak yang baru dites Covid-19 bukan melalui pasien Covid-19 yang sudah terdata. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)

Baca Artikel Terkait Covid-19 Lainnya

Tags:
Virus CoronaCovid-19Long Covid
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved