Breaking News:

Terkini Daerah

Istri Jadi TKW, Ayah Lampiaskan Emosi lalu Aniaya Anak jika Tak Dikirimi Uang, Begini Kronologinya

AS (33), seorang ayah di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), tega menganiaya anak kandungnya yang masih berusia 8 tahun.

TribunLombok.com/Istimewa
Tersangka penganiaya anak kandung berbicara di hadapan media dan Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa (kanan), usai keterangan pers, Selasa (5/10/2021). 

TRIBUNWOW.COM - AS (33), seorang ayah di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), tega menganiaya anak kandungnya yang masih berusia 8 tahun.

Dilansir TribunWow.com, penganiayaan itu ternyata sering dilakukan AS terhadap korban.

Terakhir, AS menganiaya korban pada 22 September 2021.

Nenek korban yang tak terima kemudian melapor ke polisi.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa menyebut kejadian ini bermula saat AS menjemput korban ke tempat mengaji.

"Setelah korban keluar dari tempat ngaji, tersangka menampar anaknya menggunakan tangan terbuka mengenai pelipis dan lansung mengajak pulang,” terang Kadek, dikutip dari TribunLombok.com, Rabu (6/10/2021).

Baca juga: Pengakuan Korban Penculikan dan Penganiayaan Oknum TNI di Deliserdang, Nyaris Buta Dihajar Kayu

Baca juga: Fakta Pilu Penganiayaan Anak Difabel oleh 2 Pengasuhnya di RKS Sleman, Ternyata Tempat Asuh Ilegal

Sesampainya di rumah, AS kembali memukuli korban.

Kali ini, ia memukuli korban menggunakan ikat punggung dan sapu lidi.

Akibat perbuatan AS, korban merasa kesakitan.

"Karena korban merasa sakit maka didampingi sang nenek dan melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Mataram," terangnya.

AS selama ini bekerja sebagai sopir.

Ia memiliki dua anak, satu di antaranya adalah korban yang masih berusia 8 tahun.

Sementara itu, istri AS bekerja di Arab Saudi sebagai TKW.

Berdasarkan informasi yang beredar, AS kerap melampiaskan kekesalannya pada sang anak.

Terutama, jika istrinya belum mengirimkan uang dari Arab Saudi.

Tak Akui Perbuatan

Sementara itu, AS tetap tak mengakui perbuatannya meski sudah ditangkap polisi.

Ia mengatakan bahwa sang anak sudah tak pulang empat hari.

AS berkilah, biasanya korban selalu menelepon jika pergi ke rumah sang nenek.

Namun, kali ini korban menghilang empat hari tanpa kabar.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved