Terkini Daerah
Hidup di Emperan Toko hingga Poskamling, Ayah dan 2 Anaknya di Jember Merana seusai Istri Meninggal
Nasib miris dialami oleh dua gadis belia yang harus mengalami pahitnya hidup, tidak memiliki tempat tinggal permanen.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Hidup M Solehudin (32) berubah total seusai istrinya meninggal dunia karena kecelakaan.
Bersama dua anaknya Zahra Fitriani (9) dan Salsabila Putri (8), Solehudin hidup nomaden tidak memiliki tempat tinggal permanen.
Kini, ia dan dua gadis belia tersebut tinggal di sebuah poskamling dari bambu di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Jember, Jawa Timur.
Baca juga: 1 Tahun Tinggal di Poskamling, Bocah di Jember Punya Cita-cita Jadi Dokter meski Putus Sekolah
Baca juga: Keluarga Korban Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Cemas Pelaku Belum Ditangkap, Takut Jadi Target
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Solehudin bercerita, dulu dirinya pernah bekerja di Bali.
Di sana ia bertemu dengan sang istri, menikah lalu tinggal di sebuah rumah milik orang lain yang dititipkan ke mereka.
Namun ketika istri meninggal dunia karena kecelakaan, Solehudin dianggap oleh pemilik rumah tidak bisa merawat rumah sehingga harus pindah dari tempat tersebut.
Seusai pindah dari sana, kehidupan Solehudin mengalami perubahan besar.
Sempat menyewa indekos, Solehudin akhirnya kembali pindah karena tak memiliki uang untuk membayar sewa.
Ia bersama dengan dua putrinya akhirnya tinggal di emperan toko, dan numpang di rumah orang lain.
Solehudin juga tidak bisa menumpang di rumah mertua karena telah ditempati oleh anggota keluarga yang lain.
Kemudian pada tahun 2020, ia menumpang di teras rumah warga di Kelurahan Baratan Kecamatan Patrang.
Namun, karena rumah tersebut dibangun, dia lagi-lagi terpaksa harus pindah.
“Kebetulan ada poskamling, akhirnya tinggal di sini,” jelas Solehudin.
Kini sudah satu tahun, Solehudin tinggal di poskamling.
Poskamling tempat Solehudin dan kedua anaknya tinggal memiliki luas 2x1 meter.