Terkini Daerah
Hidup di Emperan Toko hingga Poskamling, Ayah dan 2 Anaknya di Jember Merana seusai Istri Meninggal
Nasib miris dialami oleh dua gadis belia yang harus mengalami pahitnya hidup, tidak memiliki tempat tinggal permanen.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
Dulu saat tinggal di Pakusari keduanya sempat bersekolah.
”Apalagi sekarang daring, sudah lama tidak belajar,” tutur Solehudin.
Hebatnya dalam kondisi serba berkebatasan, Zahra selaku anak sulung masih memiliki cita-cita yang tinggi.
“Kalau saya ingin jadi dokter,” kata Zahra.
Sedangkan sang adik ingin menjadi pesilat.
Namun cita-cita kedua bocah itu kini terhambat lantaran keduanya sudah putus sekolah dan tidak lagi memiliki buku untuk belajar.
Selain ikut sang ayah bekerja, mereka juga kerap bermain dengan teman-teman di sekitar lokasi poskamling.(TribunWow.com/Anung)
Artikel ini diolah dari Kompas.com dengan judul "Kisah Pilu 2 Bocah di Jember, Tinggal di Poskamling, Hidup Nomaden dan Terpaksa Berhenti Sekolah" dan "Kisah Hidup Solehuddin dan 2 Putri Kecilnya, Tinggal di Poskamling Bambu Berdinding Kelambu Bekas dan Mandi di Sungai"