Terkini Daerah
Hidup di Emperan Toko hingga Poskamling, Ayah dan 2 Anaknya di Jember Merana seusai Istri Meninggal
Nasib miris dialami oleh dua gadis belia yang harus mengalami pahitnya hidup, tidak memiliki tempat tinggal permanen.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
Dinding poskamling nampak hanya ditutup kelambu bekas.
Untuk lampu, mereka harus bergantung kepada warga karena tidak memiliki listrik sendiri.
Sedangkan kasur dibentuk dari tumpukan baju.
“Kalau tidak hujan, masaknya di depan, mandi kadang numpang, kadang di sungai,” ucap Solehudin.
Warga Setempat Kasihan
Anang Bahtiar Dwi Utomo, warga setempat mengiyakan bahwa Solehudin tinggal berpindah-pindah.
Dia mengatakan, kedua anak Solehuddin tidak sekolah karena keterbatasan biaya.
Untuk itu, dia berharap kondisi keluarga tersebut mendapat perhatian dari pemerintah.
“Saya juga sebagai Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinsos memohon mungkin ada yang berdonasi untuk kelayakan tempat tinggal dan kehidupan mereka,” papar Anang.
Baca juga: Hidup Sakit-sakitan Sendirian, Mantan Sopir di Cimahi Bakar Pool Taksi karena Sakit Hati soal Ini
Anang berharap pemerintah bisa membantu kedua putri Solehudin yang masih belia.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jember Widy Prasetyo menambahkan, pihaknya sudah meminta anggotanya untuk melakukan assessment.
Rencananya dia akan mengunjungi Solehuddin dan anak-anaknya.
“Teman-teman Dinsos sudah saya minta assessment,” tutur Widy.
Punya Cita-cita Jadi Dokter Meski Putus Sekolah
Kedua anak Solehudin sudah tidak lagi sekolah karena kehidupan yang nomaden.