Virus Corona
Hindari saat Isolasi Mandiri, Perokok Bisa Alami Sakit Lebih Parah ketika Terinfeksi Covid-19
Pakar mengatakan jika perokok bisa mengalami sakit yang lebih parah dibanding bukan perokok ketika terinfeksi Covid-19.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Elfan Fajar Nugroho
Meski memiliki manfaat yang menyehatkan, tidak dianjurkan untuk mengonsumsi kopi secara berlebihan.
Terlebih mengonsumsi kopi dalam keadaan perut kosong.
"Minum kopi saat perut kosong bisa memungkinkan naiknya kadar gula darah, asam lambung naik dan risiko kena sakit maag," jelasnya.
Baca juga: Bisa Jaga Imun saat Isolasi Mandiri Covid-19, Kenali 6 Manfaat Qusthul Hindi bagi Kesehatan
Namun, menurutnya, hal ini perlu dikonfirmasi dengan penelitian lebih lanjut.
Sebelumnya, juga diketahui jika mengonsumsi kopi selama tidak berlebihan, justru mendukung kesehatan pasien Covid-19.
Dilansir dari Shape.com, sebuah studi tahun 2021 yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients menemukan orang yang minum setidaknya satu cangkir kopi sehari mungkin memiliki risiko lebih rendah tertular Covid-19 daripada mereka yang tidak.
Untuk penelitian ini, para peneliti di Fakultas Kedokteran Feinberg Universitas Northwestern menganalisis data dari 37.988 orang di Biobank Inggris.
Peneliti menganalisis kebiasaan makan dan minum peserta dari tahun 2006 hingga 2010, termasuk seberapa sering mereka mengonsumsi kopi, teh, daging olahan, daging merah, buah, sayuran, dan ikan berminyak, dan digabungkan dengan data pengujian Covid-19 dari tahun 2020.
Hasilnya, 17 persen peserta penelitian dinyatakan positif virus melalui tes PCR.
Para peneliti juga menemukan bahwa orang yang mengonsumsi kopi secara rutin satu cangkir per hari, memiliki risiko 10 persen lebih rendah tertular Covid-19 dibanding yang lain.
Para peneliti juga menemukan bahwa makan sayuran dan disusui saat bayi mengurangi risiko orang tertular virus.
Daging olahan juga dikaitkan dengan risiko Covid-19 yang lebih tinggi, namun, itu tidak terlihat pada konsumsi daging merah segar.
"Konsumsi kopi berkorelasi baik dengan biomarker inflamasi yang terkait dengan bentuk parah Covid-19 dan kematian akibat virus," tulis para peneliti.
"Secara bersama-sama, efek imunoprotektif kopi terhadap Covid-19 masuk akal dan perlu diselidiki lebih lanjut."
Namun, mereka berhenti mengatakan bahwa kopi sebenarnya melindungi orang dari Covid-19.
Hal ini karena para ahli penyakit menular menyebut sulit memahami efek cara kerja kopi meski asupan tersebut mengandung bahan yang baik untuk tubuh. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)
Baca Artikel Terkait Covid-19 Lainnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/larangan-merokok.jpg)