Tanya Jawab Kesehatan
Cara Mudah Bedakan Obat Aman dan Berisiko, Simak Penjelasan Menurut Apoteker berdasarkan Logo
Kenali arti logo di kemasan obat. Berikut adalah cara yang diungkap oleh apoteker untuk membedakannya dengan aman saat dibeli sendiri.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Banyak orang masih bingung membedakan mana obat yang aman dibeli sendiri dan mana yang harus dengan resep dokter.
Padahal, kemasan obat sebenarnya sudah dilengkapi logo dan keterangan penting yang bisa membantu masyarakat memilih dengan lebih tepat.
Ada obat dengan logo lingkaran hijau yang termasuk obat bebas dan boleh dibeli tanpa resep, misalnya parasetamol atau obat maag tertentu.
Ada pula obat dengan logo lingkaran biru yang disebut obat bebas terbatas, masih bisa dibeli tanpa resep tetapi wajib memperhatikan kolom perhatian pada kemasan.
Sementara itu, obat berlogo lingkaran merah dengan huruf K menandakan obat keras yang hanya boleh digunakan dengan resep dan setelah berkonsultasi dengan tenaga medis
Baca juga: Jangan Sepelekan Swamedikasi, Begini Risiko jika Beli Obat Tanpa Konsultasi Apoteker
Pertanyaan:
Kalau boleh memilih obat sendiri bagaimana masyarakat bisa tau obat yang aman untuk dibeli?
Begini jawaban Apoteker dan Penanggung Jawab Apotek di Klinik Imunicare Cahaya Mitra, Apt. Verawati Hadi, S.Farm., M.Farm., M.M dalam podcast kesehatan "Healthy Talk" dalam kanal YouTube Tribunnews.com.
Jawaban:
Masyarakat sebenarnya bisa menilai keamanan obat yang akan dibeli dengan memperhatikan logo pada kemasan atau brosur obat.
Logo lingkaran hijau dengan garis tepi hitam menandakan obat bebas yang boleh dibeli tanpa resep dokter.
Contohnya seperti parasetamol untuk demam, pusing, dan nyeri, serta antasida untuk keluhan maag.
Logo lingkaran biru dengan tepi hitam menunjukkan obat bebas terbatas yang masih bisa dibeli tanpa resep, tetapi terdapat kolom perhatian yang wajib dibaca sebelum digunakan.
Contoh obat bebas terbatas adalah obat cacing yang tetap perlu digunakan dengan hati-hati sesuai aturan pakai.
Dengan mengenali perbedaan logo tersebut, masyarakat dapat lebih bijak saat memilih obat yang akan dikonsumsi sendiri.