Breaking News:

Virus Corona

Hindari saat Isolasi Mandiri, Perokok Bisa Alami Sakit Lebih Parah ketika Terinfeksi Covid-19

Pakar mengatakan jika perokok bisa mengalami sakit yang lebih parah dibanding bukan perokok ketika terinfeksi Covid-19. 

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Elfan Fajar Nugroho
fremalaysiatoday.com
Larangan merokok. Ahli ingatkan jika perokok bisa mengalami sakit lebih parah saat terinfeksi Covid-19. 

TRIBUNWOW.COM - Pakar dari Universitas Oxford, Inggris, Dr Ashley Clift mengatakan jika perokok bisa mengalami sakit yang lebih parah dibanding bukan perokok ketika terinfeksi Covid-19

Dia bersama tim menggunakan catatan kesehatan dokter umum, hasil tes Covid-19, data penerimaan rumah sakit dan sertifikat kematian untuk mengidentifikasi hubungan antara merokok dan tingkat keparahan Covid-19.

Data tersebut dianalisis pada periode Januari hingga Agustus 2020 untuk 421.469 peserta UK Biobank studi.

Baca juga: Studi Ini Jelaskan Faktor yang Sebabkan Pasien Covid-19 Bisa Terkena Diabetes saat Isolasi Mandiri

Baca juga: Studi Laporkan Sejumlah Efek Samping yang Bisa Dirasakan Penerima Vaksin Booster Covid-19

Dilansir dari The Guardian, Dr Clift menyebut hasilnya cukup mencengangkan.

Dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah merokok, perokok dikatakan 80 persen lebih mungkin dirawat di rumah sakit dan secara signifikan lebih mungkin meninggal akibat Covid-19 jika mereka terinfeksi.

Untuk menganalisa data tersebut, Clift dan timnya menggunakan teknik yang disebut pengacakan Mendelian.

Teknik itu menggunakan varian genetik sebagai proxy untuk faktor risiko tertentu.

Dalam hal ini varian genetik yang berkontribusi pada apakah seseorang lebih cenderung merokok atau merokok berat, untuk mendapatkan bukti lebih lanjut.

Meskipun kontribusi dari masing-masing varian ini kecil dan tidak perlu dipahami mengapa mereka meningkatkan peluang seseorang untuk menjadi perokok, mereka menghindari banyak keterbatasan studi observasional.

Dan dengan demikian membantu memberikan gambaran yang lebih jelas apakah ada hubungan biologis antara merokok dan Covid-19.

Baca juga: Ada 3 Jenis, Kenali Perubahan pada Kuku yang Bisa Jadi Tanda Pernah Terinfeksi Covid-19

Seperti diketahui sebelumnya pernah ada studi yang mengaitkan antara merokok dan berkurangnya risiko terpapar Covid-19

Namun, studi itu segera ditarik karena dianggap tidak relevan.

“Studi ini menambah keyakinan kami bahwa merokok tembakau tidak melindungi terhadap Covid-19," katanya Dr Anthony Laverty dan Prof Christopher Millett dari Imperial College London dalam editorial terkait diterbitkan dalam jurnal Thorax.

"Karena analisis pengacakan Mendel mereka kurang rentan terhadap pembaur daripada studi observasional sebelumnya." 

Analisis pengacakan Mendel juga mendukung hubungan antara merokok dan hasil Covid-19 yang lebih buruk.

Halaman 1/3
Tags:
Virus Coronaisolasi mandiriCovid-19RokokUniversitas Gajah Mada (UGM)
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved