Virus Corona
Selain Jaga Imun saat Isolasi Mandiri Covid-19, 7 Vitamin Ini juga Bisa Kurangi Risiko Depresi
Pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri selalu dianjurkan untuk mencukupi konsumsi nutrisi seperti vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri selalu dianjurkan untuk mencukupi konsumsi nutrisi seperti vitamin dan mineral untuk menjaga daya tahan tubuh.
Selain bisa menjaga daya tahan tubuh, beberapa jenis vitamin dan mineral juga bisa mengurangi risiko depresi, bahkan dipercaya bisa meredakan depresi atau masalah mental.
Dilansir dari Very Well Health, dikatakan jika salah satu penyebab potensial depresi atau kecemasan kronis ini adalah kekurangan satu atau lebih nutrisi penting.
Baca juga: Gejala Berkepanjangan setelah Isolasi Mandiri, Long Covid Diduga karena Masalah Autoantibodi
Baca juga: Setelah Isolasi Mandiri, CDC Laporkan 1 dari 3 Orang Dewasa Alami Long Covid, Paling Banyak Wanita
Karena itu, perubahan sederhana dalam diet dikatakan bisa membantu dalam mengatasi hal tersebut.
Perlu diingat bahwa vitamin dan mineral lebih direkomendasikan didapat dari makanan utuh dibanding pil suplemen.
Jika tidak kekurangan nutrisi tertentu, makan makanan seimbang secara umum sudah cukup dan bisa membantu tubuh merasa lebih baik.
Hanya seorang profesional medis yang dapat menentukan apakah seseorang memiliki kekurangan nutrisi.
Berikut beberapa vitamin dan mineral yang bisa mengurangi risiko depresi:
1. Vitamin B1 (Tiamin)
Vitamin B secara umum sangat penting untuk kesehatan mental dan emosional.
Mereka larut dalam air, artinya mereka tidak dapat disimpan di dalam tubuh, jadi tubuh perlu mendapatkannya melalui makanan yang dikonsumsi setiap hari.
Vitamin B dapat habis oleh alkohol, gula halus, nikotin, dan kafein.
Baca juga: Tips Isolasi Mandiri Covid-19: Tak Hanya untuk Paru-paru, Ini 7 Manfaat Kesehatan Latihan Pernapasan
Artinya, mengonsumsi hal tersebut secara berlebihan dapat berperan dalam membuat tubuh kekurangan vitamin B.
Otak menggunakan vitamin B1 untuk membantu mengubah glukosa, atau gula darah, menjadi bahan bakar.
Tanpa itu, otak dengan cepat kehabisan energi. Kekurangan tiamin jarang terjadi tetapi dapat menyebabkan berbagai gangguan termasuk lekas marah dan gejala depresi.