Breaking News:

Terkini Internasional

Dianggap Lalai Tangani Evakuasi Afghanistan, 2 Menteri Belanda Mengundurkan Diri, Ini Alasannya

Terhitung sudah ada dua menteri Belanda memilih mengundurkan diri setelah dikritik oleh parlemen terkait kacaunya evakuasi di Afghanistan.

Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Atri Wahyu Mukti
YouTube/WION
Menteri Pertahanan Belanda, Ank Bijleveld mengundurkan diri setelah dianggap bertanggung jawab atas kacaunya evakuasi di Afghanistan pada Jumat (17/9/2021). Terhitung sudah ada dua menteri Belanda memilih mengundurkan diri setelah dikritik oleh parlemen terkait kacaunya evakuasi di Afghanistan. 

TRIBUNWOW.COM - Menteri Pertahanan Belanda mengatakan akan mengundurkan diri atas penanganan pemerintah terhadap evakuasi pengungsi dari Afghanistan bulan lalu pada Jumat (17/9/2021).

Ank Bijleveld mengumumkan kepindahannya satu hari setelah Menteri Luar Negeri Belanda, Sigrid Kaag mengundurkan diri.

Dilansir dari Al Jazeera, kedua tokoh itu memikul tanggung jawab atas respons lambat pemerintah terhadap pengambilalihan Afghanistan oleh Taliban dan manajemen evakuasi yang kacau.

Evakuasi militer Amerika Serikat di bandara Kabul. AS telah resmi menarik seluruh pasukannya dari Amerika Serikat pada Senin, (30/8/2021).
Evakuasi militer Amerika Serikat di bandara Kabul. AS telah resmi menarik seluruh pasukannya dari Amerika Serikat pada Senin, (30/8/2021). (YouTube/BBC News)

Baca juga: Tak Dievakuasi Jepang, Sejumlah Penduduk Afghanistan Ungkap Kekesalan: Saya Sangat Kecewa

Baca juga: Mantan Menteri Kesehatan Perancis Diselidiki setelah Dianggap Abaikan Pandemi Virus Covid-19

Awalnya, Bijlevard sempat menolak untuk berhenti tetapi mempertimbangkan kembali keputusan itu setelah mendapat kritik keras dari anggota partai Kristen Demokratnya sendiri.

“Saya ingin menyelesaikan misi kami untuk membawa mereka yang masih berada di Afghanistan dan yang mengandalkan kami ke tempat yang aman,” kata Bijleveld.

“Tetapi posisi saya telah menjadi bahan diskusi, dan saya tidak ingin menghalangi pekerjaan penting orang-orang yang bekerja untuk saya,” tambahnya.

Bijleveld dan Sigrid Kaag dikecam oleh Parlemen Belanda pada Kamis lalu. 

Mereka dianggap gagal mempersiapkan perjalanan yang aman bagi ribuan warga Afghanistan yang bisa memenuhi syarat untuk suaka di Belanda setelah pengambilalihan negara itu oleh Taliban pada 15 Agustus lalu.

Kaag segera menyatakan pengunduran dirinya setelah mosi kecaman itu disahkan.

Dia mengatakan bahwa parlemen telah memutuskan bahwa kabinet bertindak tidak bertanggung jawab.

Baca juga: Pesawat Militer dengan Pengungsi dari Afghanistan Tiba di Korea Selatan di Tengah Amandemen UU

Baca juga: AS hingga Inggris Sambut Baik Penerbangan Internasional Pertama dari Bandara Kabul ke Qatar

“Saya hanya bisa menerima konsekuensi dari keputusan ini sebagai menteri dengan tanggung jawab tertinggi,” ungkap Kaag.

Dalam kacaunya proses evakuasi, Kaag menyatakan ada beberapa staf lokal dan orang-orang yang pernah bekerja sebagai penerjemah untuk pasukan Belanda di Aghanistan yang belum dievakuasi.

Bijlevard menjadi menteri keenam yang mengundurkan diri sejak Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte lengser karena kasus subsidi anak pada Januari lalu.

Kabinet saat ini adalah pemerintahan sementara.

Upaya Rutte dan Kaag untuk membentuk pemerintahan baru terhenti setelah pemilihan umum yang diadakan enam bulan lalu.

Halaman
12
Tags:
AfghanistanBelandaEvakuasiPengungsi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved