Breaking News:

Konflik di Afghanistan

AS hingga Inggris Sambut Baik Penerbangan Internasional Pertama dari Bandara Kabul ke Qatar

Penerbangan internasional pertama dari bandara Kabul ke Qatar yang membawa warga Afghanistan, disambut positif oleh Amerika Serikat dan Inggris.

YouTube/Sky News
Qatar Airways yang mengangkut warga dari Afghanistan sampai di Doha, Qatar dari bandara Kabul pada Kamis (9/9/2021). Penerbangan Qatar Airways menandai penerbangan internasional pertama dari bandara Kabul pada Kamis (9/9/2021). 

TRIBUNWOW.COM – Penerbangan Qatar Airways berhasil mendarat di Bandara Internasional Hamad, Doha dan menandai penerbangan internasional pertama dari bandara Kabul setelah Taliban mengambil alih Afghanistan pada Kamis (9/9/2021).

Dilansir dari Al Jazeera, lebih dari 100 penumpang telah tiba di Doha, Qatar sebagai titik transit utama bagi pengungsi Afghanistan.

Banyak negara, termasuk Inggris dan Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya telah memindahkan kedutaan mereka dari Kabul ke Doha menyambut baik penerbangan itu. 

Utusan khusus Qatar, Mutlaq Al Qahtani dan Juru Bicara Taliban, Zabiullah Mujahid pada Kamis (9/9/2021).
Utusan khusus Qatar, Mutlaq Al Qahtani dan Juru Bicara Taliban, Zabiullah Mujahid pada Kamis (9/9/2021). (YouTube/Al Jazeera English)

Baca juga: Taliban Larang Wanita Afghanistan Olahraga, Anggap sebagai Kegiatan Tidak Penting

Baca juga: Hari Pertama Pembukaan Kembali Universitas di Afghanistan, Perempuan dan Laki-laki Dipisah

Qatar bersama dengan Turki telah membantu memulihkan operasi di bandara yang dikatakan rusak selama proses penarikan pasukan AS hingga 31 Agustus.

Kedua negara itu akan bekerja sama untuk segera melanjutkan operasi di bandara Kabul agar orang bisa pergi dan bantuan bisa segera disalurkan.

Dilaporkan terdapat sekitar 113 penumpang di dalam pesawat itu dengan kewarganegaraan mulai dari Kanada, AS, Ukraina, Jerman, hingga Inggris dan warga negara lainnya.

Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani memuji Taliban karena mengizinkan penerbangan itu berangkat.

“Kami berhasil menerbangkan pesawat pertama dengan penumpang, kami berterima kasih (Taliban) atas kerja sama mereka,” kata Sheikh Mohammed dalam sambutan yang disiarkan televisi.

Al-Thani menyatakan hal itu sebagai bentuk penepatan janji Taliban untuk membiarkan warga Afghanistan pergi sesegera mungkin setelah bandara Kabul dibuka.

AS juga menyambut baik tercapainya penerbangan internasional pertama itu.

“(Taliban) telah menunjukkan fleksibilitas dan sikap profesional dalam upaya ini. Ini adalah langkah pertama yang positif,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Emily Horne dalam sebuah pernyataan.

Hal serupa juga diungkapkan Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab dengan sekitar 13 warga negara Inggris ikut dalam penerbangan.

Baca juga: Tak Dievakuasi Jepang, Sejumlah Penduduk Afghanistan Ungkap Kekesalan: Saya Sangat Kecewa

Baca juga: Qatar Desak Taliban Tepati Janji, Harapkan Segera Bisa Buka Bandara Kabul agar Warga Bisa Pergi

“Kami berterima kasih kepada teman-teman Qatar karena memfasilitasi penerbangan yang membawa 13 warga negara Inggris dari Kabul ke tempat yang aman di Doha hari ini,” kata Raab dalam sebuah pernyataan.

“Kami mengharapkan Taliban untuk menjaga komitmen mereka untuk mengizinkan perjalanan yang aman bagi mereka yang ingin pergi,” tambahnya.

Sebelumnya, Taliban memberikan izin bagi sekitar 200 orang untuk meninggalkan Kabul dengan penerbangan Qatar.

Beberapa penumpang yang menunggu untuk check-in penerbangan Qatar Airways dari Kabul ke Doha mengatakan tujuan akhir mereka adalah Kanada, dilansir dari CNN pada Kamis (9/9/2021).

Langkah itu diambil Taliban setelah perwakilan khusus AS untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad menekan Taliban untuk mengizinkan keberangkatan, ungkap seorang pejabat AS.

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken pada hari Rabu menyalahkan larangan penerbangan di Mazar-i-Sharif, Afghanistan Utara kepada Taliban dengan mengatakan bahwa mereka tidak memberikan izin penerbangan.

Blinken mengungkapkan Taliban mengklaim bahwa beberapa penumpang tidak memiliki dokumen yang diperlukan saat itu. (TribunWow.com/Alma Dyani P)

Berita terkait Afghanistan lain

ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved