Breaking News:

Konflik di Afghanistan

Taliban Larang Wanita Afghanistan Olahraga, Anggap sebagai Kegiatan Tidak Penting

Taliban telah mengkonfirmasi wanita di Afghanistan tidak akan diizinkan berolahraga karena tidak penting dan tidak sesuai dengan Islam.

Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Atri Wahyu Mukti
AFP/Hoshang Hashimi
Tim kriket pria Afghanistan. Taliban mengkonfirmasi wanita di Afghanistan tidak diizinkan berolahraga karena tidak penting. 

TRIBUNWOW.COM – Taliban telah mengkonfirmasi wanita di Afghanistan tidak akan diizinkan berolahraga, termasuk bagi tim kriket di negara itu.

Dalam wawancara eksklusif yang dilakukan oleh SBS News Australia, larangan itu dinyatakan oleh Wakil Ketua Komisi Kebudayaan Taliban, Ahmadullah Wasiq.

Olahraga dipandang sebagai sesuatu yang tidak penting bagi perempuan.

Aksi protes wanita Afghanistan di Kabul meminta perlindungan hak kepada Taliban pada Jumat (3/9/2021).
Aksi protes wanita Afghanistan di Kabul meminta perlindungan hak kepada Taliban pada Jumat (3/9/2021). (YouTube/France 24 English)

Baca juga: Taliban Wajibkan Wanita di Universitas Afghanistan Pakai Niqab Tutupi Wajah, Ini Faktanya

Baca juga: Taliban Cari Warga Amerika Serikat dari Pintu ke Pintu setelah Ambil Alih Kekuasaan di Afghanistan

"Saya tidak berpikir perempuan akan diizinkan bermain kriket karena perempuan tidak harus bermain kriket," kata Wasiq.

“Ketika bermain kriket, mereka mungkin menghadapi situasi di mana wajah dan tubuh mereka tidak akan ditutup. Islam tidak mengizinkan wanita terlihat seperti ini,” tambahnya.

Ahmadullah Wasiq juga menyatakan Islam dan Imarah Islam tidak mengizinkan wanita tidak menutup wajah, terutama di era media sekarang ini, di mana akan ada foto maupun video yang berkemungkinan tersebar.

Pada November tahun lalu, 25 pemain kriket wanita diberikan kontrak oleh Dewan Kriket Afghanistan dan diketahui pemain itu masih mendapatkan bayaran.

Dewan Kriket Internasional (ICC) mewajibkan 12 anggota penuhnya untuk memiliki tim nasional wanita untuk kemudian diizinkan memainkan pertandingan uji coba.

Taliban menyatakan tidak akan berkompromi jika ICC membatalkan pertandingan uji coba itu.

“Bahkan untuk ini, jika kita menghadapi tantangan dan masalah, kita telah berjuang untuk agama kita agar Islam dianut,” ungkap Wasiq.

“Kami tidak akan melanggar nilai-nilai Islam bahkan jika itu membawa reaksi yang berlawanan. Kami tidak akan meninggalkan aturan Islam kami,” tambahnya.

Taliban menganggap olahraga bukan kebutuhan seperti keluar rumah untuk berbelanja yang memang diperbolehkan dilakukan wanita Afghanistan.

"Dalam kriket dan olahraga lainnya, wanita tidak akan mendapatkan aturan berpakaian Islami. Jelas bahwa mereka akan diekspos dan tidak akan mengikuti aturan berpakaian dan Islam tidak mengizinkan itu."

Baca juga: Pemimpin Perlawanan Panjshir, Ahmad Massoud Bersedia Negosiasi dengan Taliban, Ini Syaratnya

Baca juga: Hari Pertama Pembukaan Kembali Universitas di Afghanistan, Perempuan dan Laki-laki Dipisah

Bulan lalu, Wasiq mengungkapkan bahwa Taliban mengizinkan tim kriket putra untuk pergi ke Australia guna mengikuti pertandingan uji coba di Hobart akhir tahun ini.

"Kami telah mendapat persetujuan untuk mengirim tim ke Australia," kata Kepala Eksekutif Dewan Kriket Afghanistan, Hamid Shinwari, dikutip dari AFP pada Rabu (1/9/2021).

Halaman
12
Tags:
TalibanAfghanistanOlahragaKriket
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved