Breaking News:

Konflik di Afghanistan

Taliban Cari Warga Amerika Serikat dari Pintu ke Pintu setelah Ambil Alih Kekuasaan di Afghanistan

Seorang warga negara California yang tertinggal di Amerika, Nasria mengungkapkan bagaimana Taliban memburu masyarakat AS.

Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Lailatun Niqmah
YouTube/BBC News
Evakuasi militer Amerika Serikat di bandara Kabul. AS telah resmi menarik seluruh pasukannya dari Amerika Serikat pada Senin, (30/8/2021). Taliban memburu warga negara Amerika dan mendatanginya dari pintu ke pintu. 

TRIBUNWOW.COM – Nasria (25), seorang wanita warga asli California yang datang ke Afghanistan pada Juni lalu untuk mengunjungi keluarga dan menikah, tidak bisa keluar dari Afghanistan hingga saat ini.

Nasria gagal dalam usahanya meninggalkan Afghanistan pada awal September lalu, dan menjadi bagian dari ratusan orang Amerika yang masih tertinggal di sana.

Nasria mengungkapkan kepada Voice of America, Taliban memburu orang Amerika di Afghanistan setelah militer Amerika Serikat (AS) resmi meninggalkan Kabul pada Senin (30/8/2021).

Situasi di luar Bandara Kabul terlihat sepi, Taliban dengan kendaraan Amerika Serikat menghalangi orang-orang mendekat pada Kamis, (28/8/2021).
Situasi di luar Bandara Kabul terlihat sepi, Taliban dengan kendaraan Amerika Serikat menghalangi orang-orang mendekat pada Kamis, (28/8/2021). (YouTube/BBC)

Baca juga: Pemimpin Perlawanan Panjshir, Ahmad Massoud Bersedia Negosiasi dengan Taliban, Ini Syaratnya

Baca juga: Taliban Segera Umumkan Mullah Baradar sebagai Pemimpin Baru Afghanistan, Ini Sosoknya

Taliban dikatakan mendatangi setiap rumah untuk mencari warga Amerika.

"Rupanya mereka (Taliban) mendatangi dari pintu ke pintu, mencoba melihat apakah ada orang yang memiliki paspor biru," katanya merujuk pada warna paspor warga AS.

"Saya berpikir, apakah saya akan berhasil pulang? Apakah saya akan berakhir tinggal di sini? Apakah saya akan mati di sini? Apa yang akan terjadi?” ungkapnya.

Ketika Afghanistan jatuh ke tangan Taliban pada 15 Agustus lalu, Nasria dan suaminya yang seorang warga negara Afghanistan, bergegas ke Bandara Kabul dalam upaya untuk mengungsi.

Nasria menyatakan sangat sulit untuk bisa naik ke pesawat di Bandara Kabul dan bahkan dia sempat tidur di jalanan selama beberapa hari.

Situasi di bandara saat itu penuh sesak dan kacau.

"Orang-orang benar-benar saling melangkahi satu sama lain. Seburuk itu." ungkapnya.

Nasria bersama suaminya sempat meminta pertolongan ke Departemen Luar Negeri AS yang kemudian meminta mereka untuk menunggu karena penjemputan pasti dilakukan.

Dia mengatakan perlu waktu hingga 12 hingga 13 jam untuk sampai ke lokasi yang ditentukan.

Namun, Taliban menghalangi  jalan mereka dan menodongkan senjata walaupun mereka menunjukkan paspor kewarganegaraan AS.

Baca juga: Tak Dievakuasi Jepang, Sejumlah Penduduk Afghanistan Ungkap Kekesalan: Saya Sangat Kecewa

"Pasukan mereka benar-benar berada di gerbang hanya menunggu kami untuk terus berjalan dan mereka memblokir kami," katanya.

Pasukan Taliban menembak di dekat kaki Nasria dan menyuruhnya kembali jika tidak ingin ditembak ketika dia bersikeras maju.

Halaman
12
Tags:
Konflik di AfghanistanTalibanAfghanistanAmerika Serikat
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved