Breaking News:

Terkini Internasional

Pesawat Militer dengan Pengungsi dari Afghanistan Tiba di Korea Selatan di Tengah Amandemen UU

Sebanyak hampir 400 warga Afghanistan yang dievakuasi telah tiba di Seoul, Kamis (26/8/2021).

AFP
Pejuang Taliban berdiri di atas kendaraan polisi yang rusak di sepanjang pinggir jalan di Kandahar, Afganistan, pada 13 Agustus 2021. 

TRIBUNWOW.COM - Sebanyak hampir 400 warga Afghanistan yang dievakuasi telah tiba di Seoul, Kamis (26/8/2021).

Dikutip TribunWow.com dari Channelnewsasia, saat ini Pemerintah Korea Selatan sedang melakukan amandemen undang-undang untuk izin tinggal jangka panjang.

Izin itu diberikan pada orang yang berkepentingan antara Korea Selatan dan Afghanistan untuk tinggal sebelum Taliban merebut kekuasaan.

Baca juga: Politisi Nasdem Ungkap Netizen yang Glorifikasi Taliban: Punya Hasrat Dirikan Negara Tidak Pancasila

Para milisi Taliban menguasai istana kepresidenan Afghanistan setelah Presiden Afghanistan Ashraf Ghani kabur dari negaranya.
Para milisi Taliban menguasai istana kepresidenan Afghanistan setelah Presiden Afghanistan Ashraf Ghani kabur dari negaranya. (AP Photo)

Sedikitnya dua penerbangan membawa 391 orang.

Jumlah tersebut di antaranya pekerja di Kedutaan Korea, Badan Kerjasama Internasional Korea, serta lembaga militer.

Menteri Kehakiman Park Beom-kye mengatakan banyak warga Korea telah menerima dukungan internasional setelah harus melarikan diri selama Perang Korea, dari tahun 1950 hingga 1953.

"Sekarang saatnya bagi kita untuk membalas budi," kata Park Beom-kye dalam pengarahan di bandara Incheon.

Pemerintah sedang dalam proses mengamandemen undang-undang imigrasi untuk memberikan izin tinggal jangka panjang kepada warga Afghanistan sebagai orang asing yang telah memberikan layanan khusus kepada negara itu, tambah Park.

Baca juga: Ada Pihak yang Goreng Isu Taliban, Fadli Zon Ungkit Aksi Teror Settingan

Dia mengakui kontroversi atas rencana tersebut, ia mengatakan keputusan untuk menerima pengungsi Afghanistan adalah hal sulit.

Namun, Korea Selatan tidak bisa menyerah pada teman-temannya.

"Terlepas dari kenyataan bahwa kami secara fisik terpisah di negara yang jauh, mereka praktis adalah tetangga kami," katanya.

Korea Selatan telah menerima lebih dari 30.000 pembelot Korea Utara selama bertahun-tahun, tetapi mereka menyetujui sejumlah kecil pencari suaka dari negara lain.

Diketahui, imigrasi merupakan masalah yang diperdebatkan di Korea Selatan.

Banyak yang mengutamakan homogenitas etnis ketika populasi 52 juta orang menua dengan cepat dan angkatan kerja berkurang. (TribunWow.com/ Tiffany Marantika)

Baca berita lainnya

Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved