Breaking News:

Virus Corona

Waspada saat Isolasi Mandiri, Covid-19 Varian Delta Disebut Lebih Menular pada Anak

Covid-19 varian Delta dikatakan tidak menyebabkan risiko anak mengalami sakit parah menjadi lebih tinggi. 

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
YouTube/Al Jazeera English
Ilustrasi sekolah di China. Covid-19 varian Delta disebut lebih bisa menular kapada anak. 

TRIBUNWOW.COM - Covid-19 varian Delta dikatakan tidak menyebabkan risiko anak mengalami sakit parah menjadi lebih tinggi. 

Tetapi varian Delta bisa lebih membuat anak-anak terinfeksi dibanding varian lainnya. 

Untuk itu, Joseph Segeleon, M.D, Komunitas Kesehatan Sanford Children menyarankan agar anak-anak yang memenuhi syarat dan pengasuhnya segera untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

Baca juga: Pernah Mendominasi, Kenali Covid-19 Varian B.1.466.2 Asal Indonesia yang Masuk Daftar Pantau WHO

Baca juga: Tips Isolasi Mandiri Covid-19: Kenali 8 Buah Terbaik untuk Meningkatkan Sistem Imun Tubuh

Ada 750 ribu kasus baru pada anak-anak dalam satu bulan, yaitu antara 5 Agustus dan 2 September.

Anak-anak sekarang menjadi lebih dari 26 persen dari kasus baru Covid-19.

Hampir setengah dari anak-anak yang positif Covid-19 tidak memiliki penyakit penyerta atau komorbid. 

“Kami memiliki kumpulan besar orang yang akan ditemukan virus ini,” kata Dr. Segeleon, dikutip dari situs Sanford Health.

“Karena penularannya meningkat, jumlah kasus kami meningkat pesat, lima kali lipat dalam sebulan terakhir.

Selain varian Delta, dia menyebut anak-anak yang belum mendapat vaksin juga menjadi salah satu penyebab angka ini terus naik. 

Dalam temuannya hanya satu dari tiga orang di sana yang sudah mendapat vaksin Covid-19. 

Baca juga: Tips Isolasi Mandiri Covid-19: Selain Bisa Cegah Dehidrasi, Ini 7 Manfaat Air Kelapa bagi Kesehatan

Dan itu juga berpengaruh terhadap rawat inap.

"Apa yang kita lihat sekarang berbeda, bagaimanapun, lebih banyak rawat inap," jelasnya.

Meski dia menjelaskan jika anak-anak tidak mendapat risiko tinggi mengalami kasus parah ketika terinfeksi Covid-19, tetap saja ketika ada peningkatan kasus, jumlah rawat inap juga bertambah. 

Ini juga menjadi risiko tersendiri yang menjadikan adanya kemungkinan rumah sakit penuh dan banyak orang tidak mendapat perawatan maksimal. 

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved