Breaking News:

Virus Corona

Tak Mau Ikuti Aturan Pembatasan Covid-19 Baru di Turki, Ribuan Orang Lakukan Demonstrasi

Jadi salah satu demonstrasi terbesar, lebih dari dua ribu warga Turki menentang aturan resmi terkait pembatasan virus Covid-19, termasuk vaksinasi.

YouTube/CBS News
Vaksin Sinovac dari China yang digunakan di Turki. Jadi salah satu demonstrasi terbesar, lebih dari dua ribu warga Turki menentang aturan resmi terkait pembatasan virus Covid-19, termasuk vaksinasi pada Sabtu (11/9/2021). 

TRIBUNWOW.COM – Lebih dari dua ribu warga Turki berdemonstrasi menentang aturan resmi terkait pembatasan virus Covid-19 pada Sabtu (11/9/2021).

Langkah baru pemerintah itu di antaranya adalah kewajiban vaksinasi, tes Covid-19 dan penggunaan masker.

Dilansir dari Reuters, dalam protes itu sebagian besar orang tidak memakai masker dan menjada satu di antara unjuk rasa terbesar di Turki.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan (EPA)

Baca juga: Mantan Menteri Kesehatan Perancis Diselidiki setelah Dianggap Abaikan Pandemi Virus Covid-19

Baca juga: Vaksinasi Capai 80 Persen, Denmark Cabut Semua Pembatasan Virus Covid-19

Mereka meneriakkan slogan dan membawa bendera Turki.

Lagu-lagu juga dinyanyikan untuk membela apa yang mereka sebut hak individu dan unjuk rasa anti-vaksin yang juga muncul di beberapa negara lain.

“Pandemi ini terus berlanjut dengan semakin banyak pembatasan pada kebebasan kita dan tidak ada habisnya,” kata Erdem Boz, seorang pengembang perangkat lunak. 

“Masker, vaksin, tes virus Covid-19, semuanya mungkin akan menjadi wajib. Kami di sini untuk menyuarakan ketidakpuasan kami atas itu,” tambahnya.

Mereka yang mengikuti aksi protes tidak diwajibkan untuk menunjukkan bukti vaksinasi atau hasil tes Covid-19 negatif.

Demonstrasi terjadi di distrik Maltepe, Istanbul tanpa intervensi dari aparat kepolisian.

Sebelumnya, pemerintah Turki mewajibkan warga menunjukkan bukti vaksinasi atau hasil tes negatif Covid-19 untuk semua pengguna pesawat, bus dan kereta api antarkota pada Senin (6/9/2021).

Baca juga: 90 Menit Bicara Lewat Telepon, Xi Jinping dan Joe Biden Bahas Asal Usul Virus Covid-19

Baca juga: Seorang Pria Dianggap Sebarkan Virus Covid-19, Vietnam Jatuhkan Hukuman Pidana 5 Tahun

Pemerintah juga mengaharuskan aturan yang sama untuk orang-orang yang akan menghadiri acara besar, termasuk konser dan pertunjukan teater.

Pegawai sekolah yang belum divaksinasi diwajibkan mengikuti tes Covid-19 dua kali seminggu.

Penggunaan masker dan jaga jarak juga diberlakukan di tempat umum.

Sementara itu, sekitar 64 persen orang Turki sudah menerima dua kali suntikan vaksin Covid-19 dalam program nasional yang telah mendistribusikan lebih dari 100 juta suntikan.

Tetapi sekitar 23 ribu kasus baru muncul di Turki setiap harinya.

Hal itu mendorong Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca untuk memperingatkan warga bahwa pandemi bisa terjadi karena orang-orang yang belum disuntik vaksin virus Covid-19.

“Vaksin adalah solusi terakhir! Aturan sangat diperlukan,” ungkap Koca melalui akun Twitternya pada Sabtu (11/9/2021). (TribunWow.com/Alma Dyani P)

Berita terkait Turki lainnya

Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved