Breaking News:

Virus Corona

Vaksinasi Capai 80 Persen, Denmark Cabut Semua Pembatasan Virus Covid-19

Denmark mencabut semua pembatasan domestik virus Covid-19 yang sudah diberlakukan selama 548 hari setelah tingkat vaksinasi capai 80 persen.

YouTube/DW News
ILUSTRASI situasi di Denmark. Denmark mencabut semua pembatasan domestik virus Covid-19 yang sudah diberlakukan selama 548 hari setelah tingkat vaksinasi capai 80 persen pada Jumat (10/9/2021). 

TRIBUNWOW.COM – Denmark mencabut semua pembatasan domestik virus Covid-19 yang sudah diberlakukan selama 548 hari pada Jumat (10/9/2021) malam.

Dilansir dari The Guardian, hal itu dilakukan karena tingkat vaksinasi di Denmark yang sudah tinggi.

Terhitung lebih dari 80 persen penduduk di atas usia 12 tahun telah mendapatkan dua dosis vaksin Covid-19.

Kerumunan di klub malam Denmark tanpa pembatasan virus Covid-19.
Kerumunan di klub malam Denmark tanpa pembatasan virus Covid-19. (YouTube/DW News)

Baca juga: Segera Longgarkan Pembatasan, Singapura Bersiap Hidup-Mati Berdampingan dengan Covid-19

Baca juga: Wanita di Jepang Barat Terima Vaksin Covid-19 Sebanyak 4 Kali, Bergantian Pakai Pfizer dan Moderna

“Saya tidak akan mengatakan ini terlalu dini. Kami telah membuka semua pintu tetapi kami juga mengatakan bahwa kami dapat menutupnya jika diperlukan,” kata Soren Riis Paludan, seorang profesor virologi di Universitas Aarhus, Denmark.

Riis Paludan juga menambahkan pelonggaran pembatasan mulai dipertimbangkan setelah kelompok usia 50 tahun ke atas sudah divaksinasi dua kali.

Sejak 14 Agustus, penggunaan masker di transportasi umum di Denmark tidak lagi diwajibkan. 

Klub malam kembali dibuka pada 1 September lalu dan orang tidak perlu menunjukkan kartu vaksinasi.

Pembatasan pertemuan di tempat umum juga dihapus dan warga tidak lagi wajib menunjukkan izin untuk mendatangi restoran, gym, atau pun salon.

Namun, pemakaian masker masih diwajibkan di bandara.

Baca juga: Cara Cek bsu.kemnaker.go.id, Karyawan Jadi Penerima BLT Subsidi Gaji 2021 atau Tidak

Pemerintah juga masih menyarankan penggunaan masker di rumah sakit, klinik maupun pusat tes virus Covid-19.

Begitu pula dengan aturan jaga jarak yang masih dianjurkan.

Pembatasan masuk di perbatasan Denmark juga masih dilakukan secara ketat.

Para pendatang yang memasuki Denmark wajib menunjukkan kartu vaksinasi ataupun hasil tes Covid-19 negatif.

Menteri Kesehatan Denmark, Magnus Heunicke, mengatakan pada bulan Agustus bahwa virus Covid-19 sudah terkendali tetapi memperingatkan bahwa penyakit itu masih ada dan pemerintah akan bertindak sesuai kebutuhan.

Magnus Heunicke juga menyatakan pemerintah tidak akan ragu untuk segera menerapkan kembali pembatasan jika memang diperlukan, dilansir dari AFP.

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat di Victoria Australia saat Penerapan Perpanjangan Lockdown

Baca juga: Puji Indonesia, Menteri Italia Kaget Tingkat Vaksinasi Covid-19 RI Nomor 6 Dunia

Pada 4 September lalu, diadakan festival terbuka pertama di Denmark oleh sebuah penyelenggaran acara, Live Nation.

Acara itu diikuti 15 ribu orang Copenhagen dan diberi nama ‘Back to Live’.

“Berada di keramaian, bernyanyi seperti dulu, hampir membuatku melupakan Covid-19 dan semua yang telah kami lalui beberapa bulan terakhir ini,” kata Emilie Bendix, seorang penonton festival.

Program vaksinasi di Denmark telah berjalan cepat dengan 73 persen dari 5,8 juta penduduk telah divaksinasi lengkap dan 96 persen dari mereka berusia 65 tahun ke atas.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Denmark mendapat manfaat dari kepatuhan publik terhadap aturan pemerintah.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved