Breaking News:

Virus Corona

Baiknya Tidak Isolasi Mandiri, Pahami Risiko Keparahan Infeksi Covid-19 pada Pasien Obesitas

Obesitas juga dikategorikan sebagai kelompok yang memiliki risiko tinggi mengalami penyakit parah jika terinfeksi Covid-19.

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
oowomaniya.com
Ilustrasi menimbang berat badan. Kelebihan berat badan disebut menjadi faktor risiko alami penyakit parah saat Covid-19. 

TRIBUNWOW.COM - Selain orang lanjut usia (lansia) dan orang yang memiliki komorbid, orang dengan obesitas juga dikategorikan ke dalam kelompok yang memiliki risiko tinggi mengalami penyakit parah jika terinfeksi Covid-19

Kondisi obesitas bisa mengurangi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi, membuat orang lebih rentan terhadap penyakit akut, rawat inap, dan kematian.

Dilansir dari situs University of Minnesota, peneliti dari Uniformed Services University of the Health Sciences di Bethesda, Maryland, mencoba membandingkan viral load dan tanggapan kekebalan pada pasien obesitas.

Baca juga: Sebaiknya Tidak Isolasi Mandiri, Ini Alasan Mengapa Lansia Rentan Sakit Parah saat Terpapar Covid-19

Baca juga: Waspada saat Isolasi Mandiri, Ini Berbagai Organ yang Bisa Terdampak oleh Infeksi Covid-19

Di antara pasien rawat jalan, mereka yang sangat gemuk memiliki viral load yang lebih tinggi. 

Artinya jumlah partikel virus yang menyerang di dalam tubuh orang dengan obesitas juga lebih banyak.

Studi tersebut juga mengatakan jika obesitas dikaitkan dengan rawat inap dan kebutuhan oksigen tambahan.

Ukuran obesitas di sini adalah indeks massa tubuh (BMI) 25-29,9 kg/m2 dianggap kelebihan berat badan, dan obesitas adalah 30-34,9 kg/m2, dan obesitas berat adalah 35 kg/m2 atau lebih.

Dari semua peserta, mayoritas hanya menjalani isolasi mandiri atau rawat jalan, hanya 25 persen yang dirawat di rumah sakit,

Menariknya, peningkatan viral load ini tidak terlihat pada pasien yang di rawat di rumah sakit. 

“Tidak diketahui apakah ini mencerminkan penggunaan obat antivirus pada pasien rawat inap atau pengambilan sampel penyakit rawat inap relatif lebih lambat,” tulis mereka.

Baca juga: Jadi Efek Samping Langka Vaksin, Risiko Pembekuan Darah Lebih Tinggi jika Terinfeksi Covid-19

Rata-rata BMI lebih tinggi pada pasien rawat inap daripada pasien rawat jalan.

Itu juga terlihat pada mereka yang membutuhkan terapi oksigen dibandingkan mereka yang tidak.

"Dalam populasi penerima Tunjangan Kesehatan Militer, obesitas sangat berkorelasi dengan keparahan Covid-19, viral load, dan respons antibodi," tulisnya.

"Ini menunjukkan hubungan antara obesitas dan keparahan Covid-19 dapat dikaitkan oleh peningkatan viral load pada mereka yang memiliki tubuh lebih tinggi. indeks massa," para penulis menyimpulkan.

Risiko keparahan pada pasien obesitas juga disebut bisa karena banyak hal.

Halaman
12
Tags:
Virus CoronaCovid-19KesehatanPasienObesitasisolasi mandiriIsoman
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved