Virus Corona
Baiknya Tidak Isolasi Mandiri, Pahami Risiko Keparahan Infeksi Covid-19 pada Pasien Obesitas
Obesitas juga dikategorikan sebagai kelompok yang memiliki risiko tinggi mengalami penyakit parah jika terinfeksi Covid-19.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
Itu mungkin termasuk gangguan fungsi kardiovaskular, pernapasan, metabolisme, dan respons imun yang bisa terjadi pada seseorang dengan obesitas.
Bisa juga karena disregulasi sistem imun yang mengarah pada lebih banyak replikasi virus dan respons imun inflamasi yang lebih besar.
Kesalahan respons imun inflamasi ini dikenal dengan badai sitokin.
Badai sitokin rentan terjadi pada pasien obesitas karena jika obesitas rentan mengalami peradangan kronis tingkat rendah yang disebabkan jaringan lemak tidak sehat.
Peradangan rendah yang konstan ini tidak sama dengan peradangan normal, yang membatasi diri dan merupakan bagian dari respons tubuh terhadap infeksi, sel-sel yang rusak, dan ancaman lainnya.
Peradangan kronis meningkatkan risiko sejumlah kondisi, termasuk penyakit autoimun, kanker tertentu dan penyakit jantung, pankreas, paru-paru, perut, dan sistem reproduksi.
Selain itu, pola makan yang buruk juga dapat berperan dalam meningkatkan peradangan.
Hal itu dijelaskan dalam sebuah studi di tahun 2019 yang dipublikasi di jurnal Nutrients.
Pola makan yang tinggi gula, lemak jahat, dan rendah karbohidrat kompleks, serat, mikronutrien sehat, merupakan faktor risiko metaflammation, atau peradangan metabolik kronis, terutama pada orang yang kelebihan berat badan. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)
Baca Artikel Terkait Covid-19 Lainnya