Breaking News:

Virus Corona

Selain Berjuang untuk Pulih Pasca-Covid-19, Pasien Long Covid Juga Disebut Rentan Tak Dipercaya

Fenomena long Covid sedang diteliti para ahli dan telah banyak dibicarakan di dunia kesehatan

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
TribunVideo/Radifan Setiawan
ILUSTRASI Virus Corona/Covid-19. Pakar menyebut stigma pada pasien long Covid, selain akan merugikan bagi pasien sendiri, juga akan merugikan bagi pelayanan kesehatan, dan masyarakat secara umum.  

“Tetapi masalah dengan long Covid adalah bahwa itu bukan satu definisi (suatu penyakit).”

Gejala umum Covid panjang yang terdaftar oleh Pusat Pelayanan Kesehatan Inggris (NHS) termasuk masalah sensorik, seperti kehilangan penciuman dan rasa, kabut otak, dan gejala jantung-pernapasan.

Tetapi anak-anak cenderung memiliki gejala yang sedikit berbeda.

Sebuah studi baru-baru ini terhadap 2 juta klaim asuransi dari organisasi AS Fair Health menemukan bahwa anak di bawah 18 tahun lebih cenderung melaporkan masalah usus dan “gangguan penyesuaian” (reaksi emosional atau perilaku terhadap peristiwa kehidupan yang penuh tekanan).

Karena perbedaan ini, gejala-gejala ini kadang-kadang diperlakukan dengan skeptis dan anak-anak yang mengalami long Covid kerap mendapat stigma.

“Kami masih pada tahap di mana beberapa orang mengatakan bahwa anak-anak tidak mengalami long Covid,” kata Maxwell.

Ketidakpercayaan ini dapat meluas ke guru, pekerja sosial, dan bahkan profesional medis, menambah stres dan ketidakpastian hidup sebagai remaja dengan long Covid.

Bahkan diketahui orang dengan sindrom serupa, seperti kelelahan kronis, sering dilaporkan dipecat oleh petugas kesehatan.

“Orang-orang diremehkan dan tidak dipercaya,” kata Sammie Mcfarland dari Long Covid Kids, yang memiliki 3.500 anggota.

Dia memiliki anggota mulai dari usia tujuh bulan hingga 18 tahun.

Mcfarland membentuk kelompok pendukung setelah putrinya yang berusia 15 tahun, Kitty, menderita long Covid pada musim semi 2020.

Pada janji medis musim gugur itu, Mcfarland, yang juga mengalami long Covid, menyebutkan kondisi Kitty kepada seorang perawat. 

“Dia memberi tahu saya bahwa putri saya meniru gejala saya dan penyebabnya adalah karena isolasi, dan dia akan merasa lebih baik ketika dia melihat teman-temannya lagi,” kata Mcfarland.

Kami masih pada tahap di mana beberapa orang meyakini bahwa anak-anak tidak dapat mengalami long Covid. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)

Baca Artikel Terkait Covid-19 Lainnya

Tags:
Virus Coronaisolasi mandiriCovid-19
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved