Breaking News:

Virus Corona

Selain Berjuang untuk Pulih Pasca-Covid-19, Pasien Long Covid Juga Disebut Rentan Tak Dipercaya

Fenomena long Covid sedang diteliti para ahli dan telah banyak dibicarakan di dunia kesehatan

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
TribunVideo/Radifan Setiawan
ILUSTRASI Virus Corona/Covid-19. Pakar menyebut stigma pada pasien long Covid, selain akan merugikan bagi pasien sendiri, juga akan merugikan bagi pelayanan kesehatan, dan masyarakat secara umum.  

Tanpa diagnosis, pasien akan sulit untuk mendapat cuti sakit yang memadai dan dukungan keuangan.

Baca juga: Jaga Kesehatan Otak saat Terinfeksi Covid-19, Coba Lakukan 5 Rutinitas Ini di Pagi Hari saat Isoman

Baca juga: Bisa karena Kabut Otak, Simak Tips Mengatasi Mudah Lupa seusai Isolasi Mandiri atau Sembuh Covid-19

Mereka juga berisiko akan mengalami pemecatan maupun hukuman karena apa yang mereka alami tidak diakui.

"Diskriminasi covid yang berkepanjangan diperparah oleh ketidakadilan struktural yang ada sebelum pandemi ini," kata Alwan.

"Ini termasuk perawatan kesehatan dan sosial, pasokan makanan, dan pekerja utilitas, banyak di antaranya memiliki kontrak tidak tetap dan tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan dukungan untuk mengisolasi atau cuti sakit berbayar."

Dalam kasus seperti itu, antisipasi stigma dapat membuat mereka enggan untuk terlibat dengan layanan kesehatan dan mencari diagnosis.

Dia juga menjelaskan, itulah salah satu alasan mengapa Inggris terus menghadapi hambatan dalam tes HIV, empat dekade memasuki pandemi HIV.

Diskriminasi dan stigma yang terinternalisasi memiliki banyak efek jangka panjang yang tidak baik bagi masyarakat itu sendiri.

Sebagaimana dibuktikan dalam kondisi kesehatan lain, stigma membahayakan kualitas hidup orang.

Bagi pasien, tentu saja ini bisa memicu penyakit fisik yang lain dan memicu masalah kesehatan mental.

Sebelumnya, dilansir dari The Guardian pada Selasa (10/8/2021), diketahui bahwa terdapat lebih dari 100 ribu anak muda mengalami long Covid di Inggris. 

Dari anak-anak muda ini, 72 ribu berusia 17-24 dan 34 ribu berusia di bawah 16 tahun.

Penelitian menunjukkan hanya 4 persen dari anak-anak yang terinfeksi Covid-19 berpotensi mengalami long Covid.

Tetapi tetap saja jumlah itu cukup banyak. 

Gejala yang paling umum termasuk sakit kepala, kelelahan, sakit tenggorokan, dan kehilangan penciuman.

“Kita bisa memastikan bahwa anak-anak mendapatkan long Covid,” kata Dr Elaine Maxwell dari National Institute for Health Research. 

Halaman
123
Tags:
Virus Coronaisolasi mandiriCovid-19
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved